Kabupaten Tangerang, onlineindonesia.id
Anggota DPRD Provinsi Banten dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten Tangerang, Syarifudin bin H. Salwani dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 pada Selasa siang (10/2/2026).
Kegiatan Reses tersebut berlangsung di lantai 2 Gedung Yayasan Cahaya Pesisir Utara, Pondok Pesantren Modern GATRA, asuhan K.H. Muhammad Yusuf, yang berlokasi di Kampung Pintu Air RT 01/004, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Reses ini menjadi momentum penting bagi Masyarakat Desa Kohod untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan, harapan, serta kebutuhan mendesak kepada Wakil Rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Banten. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, perwakilan Pemuda, Pengurus lingkungan RT/RW, serta Warga sekitar.
Banjir Jadi Keluhan Utama Warga Pesisir
Dalam dialog terbuka tersebut, persoalan banjir menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan Warga. Wilayah Kohod yang berada di kawasan Pesisir dinilai masih rentan terdampak banjir akibat luapan air sungai dan buruknya sistem drainase.
Warga mengusulkan adanya pembangunan rumah pompa air, pengadaan mesin pompa air berkapasitas besar, serta normalisasi Sungai melalui pengerukan lumpur yang selama ini dinilai menjadi penyebab utama air meluap ke Permukiman.
“Pak Dewan, kami berharap pengadaan mesin pompa air bisa segera direalisasikan. Selain itu, kali atau sungai juga perlu dikeruk karena sudah dangkal dan penuh lumpur, sehingga air sering meluap ke Rumah-rumah Warga,” ungkap salah satu Warga dalam sesi dialog.
Kondisi banjir yang kerap terjadi, menurut Warga, tidak hanya merusak lingkungan permukiman, tetapi juga berdampak pada kesehatan Masyarakat, aktivitas ekonomi, serta keselamatan Anak-anak saat musim hujan tiba.
Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Pendidikan
Selain persoalan banjir, Warga juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan infrastruktur jalan lingkungan yang masih banyak mengalami kerusakan. Jalan yang berlubang dan tergenang air dinilai menghambat mobilitas Warga, khususnya Anak-anak Sekolah dan aktivitas perekonomian Masyarakat.
Di sektor Pendidikan, Masyarakat berharap adanya peningkatan sarana dan prasarana Sekolah, dukungan untuk Lembaga Pendidikan berbasis Pesantren, serta program bantuan Pendidikan bagi Anak-anak dari Keluarga kurang mampu. Warga menilai akses Pendidikan yang layak merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan generasi muda di Wilayah Pesisir Kabupaten Tangerang.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe










