“Untuk menghadapi trend ancaman tersebut, penyiapan sumber daya manusia yang tangguh outcome dari hasil didik harus mampu menjadi jawabannya,” ungkap Gubernur AAL.
Ia menegaskan bahwa hal yang mendasar dari pendidikan di AAL adalah untuk mencetak calon perwira, calon pemimpin TNI AL yang memiliki pengetahuan dasar, keahlihan dan kemampuan profesi, serta didukung integritas dan kualitas moral sesuai semboyan ”Hree Dharma Shanty” yang mampu menjadi suri tauladan bagi anak buahnya.
“Pemimpin yang hebat lahir dari proses yang panjang, oleh karena itu jangan mudah menyerah, jangan terlena, bekerja jangan sekedar rutinitas, inovasi dan kreativitas adalah tuntutan, cerdas menangkap kendala sebagai peluang seiring dengan pengaruh perkembangan Ilpengtek l yang identik dengan kecepatan,” tegasnya.
Oleh karenanya, lanjutnya, setiap Taruna AAL harus memiliki keinginan dan kemauan yang kuat untuk senatiasa mengisi diri dengan terus mengasah kemampuan dalam segala bidang, tidak hanya terbatas pada ilmu tentang pertahanan semata, namun perlu memahami berbagai displin ilmu yang lain tanpa mengesampingkan profesi matra laut.
Disisi lain, AAL saat ini sedang melaksanakan pengumpulan data responden Zona Integritas (ZI) ke Kemenpan RB dalam rangka AAL menuju WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) yang berkonsekuensi pada tunjangan kinerja kelak.
“Hal ini tentunya juga merupakan peran serta dan kemauan yang kuat dari kita semua untuk terus menjadi lebih baik, sehingga pada kesempatan yang baik ini, saya ucapkan terimakasih atas dedikasi, loyalitas bapak ibu keluarga besar AAL serta Taruna Taruni sekalian,” pungkasnya.
Kabagpen AAL,
Letkol Laut (KH) Rohman Arif, S.Sos.
Halaman : 1 2












