“Pada kesempatan halal bihalal kali ini, atas nama seluruh anggota Organisasi AIPBR sebagai insan kamil yang tidak terlepas dari khilaf dan salah selama bekerja di lapangan, kami memohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya,” ungkap Aliv.
Berkenaan dengan tahun politik 2024 dimana sudah memasuki proses Pilkada Kabupaten Bogor, Aliv menegaskan bahwa anggotanya tidak boleh terlibat langsung dalam Politik praktis.
“Sebagai pilar ke-4 dari trias politika, maka saya menghimbau kepada seluruh pengurus dan anggota AIPBR baik secara kelembagaan maupun keanggotaan untuk bersama menjaga marwah Pers agar tidak terjun langsung dalam politik praktis agar tetap independen dan profesional, namun demikian secara pribadi diluar Organisasi tentunya memiliki hak yang dilindungi Undang-undang,” himbaunya.
Aliv juga menyinggung keberadaan Graha Wartawan Kabupaten Bogor agar kiranya Pemkab Bogor melalui Dinas Kominfo menindak lanjuti aspirasi dari wartawan lain di kabupaten Bogor, karena menurut Aliv, ada banyak Organisasi Pers yang semuanya harus terakomodir aspirasinya.
“Jangan sampai ada kesan bahwa Graha Wartawan hanya milik atau hanya dikuasai oleh satu Organisasi Pers. Karena kita semua tahu bahwa Graha Wartawan dibangun oleh uang rakyat, bukan uang dari salah satu Organisasi Pers tersebut,” ungkap Aliv tanpa menyebutkan Organisasi Pers mana yang dimaksud.
Acara yang diikuti oleh sekitar 200 orang termasuk seluruh jajaran pengurus dan anggota AIPBR tersebut, juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kominfo, Perwakilan dari DPRD, PDAM Tirta Kahuripan, Bank BJB, Baznas, OKP dari GAN, KNPI, serta Ormas dan LSM lainnya.
Halaman : 1 2

Ikuti Kami
Subscribe










