Lebih lanjut, Presiden berharap MA dapat menghasilkan putusan-putusan penting (landmark decisions) untuk memberikan kepastian hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, bagi pelaku usaha dan investor, serta untuk melindungi aset-aset negara dan publik.
Jokowi juga berharap MA dapat memberikan putusan-putusan penting yang memberikan efek jera bagi koruptor dan mafia hukum yang telah mencederai rasa keadilan.
Presiden juga memandang bahwa model-model alternatif penyelesaian perkara perlu untuk mengurangi beban pengadilan. Model alternatif itu seperti mengedepankan mediasi dalam penyelesaian sengketa perdata.
“Mengedepankan restorative justice (keadilan restoratif) untuk perkara pidana serta proses dialog yang melibatkan pelaku, korban, dan pihak terkait secara profesional, transparan, dan akuntabel agar penegakan hukum yang berkeadilan dapat terwujud,” kata Presiden.
Turut mendampingi Presiden Jokowi saat menghadiri secara virtual Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2021, yakni Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Rustam/Aziz/Endo)
Halaman : 1 2












