“Ya benar mas, Bunda sudah bertandang ke kantornya pak Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto di Jakarta. Pak Menteri pun berjanji akan menindaklanjuti laporan yang di sampaikan,” ucap Aspihani saat di hubungi awak media ini via phone.
Tokoh pergerakan Kalimantan ini mengharapkan, institusi BPN dan penegak hukum harus benar-benar profesional dalam menjalankan tugas yang di embannya.
“Harapan kita para institusi terkait jangan sampai terlibat kedalam ruang lingkup mafia tanah. Khususnya BPN di harapkan benar-benar bersikap independen dan transparan serta profesional dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara,” harap Aspihani.
Aspihani pun menukilkan sebuah hadits riwayat Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah bumi yang bukan haknya, niscaya ditenggelamkan ia pada hari kiamat sampai ke dalam tujuh lapis bumi.”
Selain itu, Aspihani juga menegaskan, mengambil hak orang lain walau hanya seukuran kira-kira sejengkal tanah, maka tanah itu akan dikalungkan di lehernya dari tujuh lapis bumi sebagai siksaan kelak pada hari kiamat.
“Siapapun orangnya yang terlibat dalam jaringan mafia tanah, maka di hari kiamat kelak akan mendapatkan siksaan yang sangat pedih dari Allah SWT. Ingat, ingat kalian semua, umur tak berbau, selagi ada nafas, sebaiknya kita sadar diri dan instrospeksi diri kita sendiri,” ujar Aspihani.
Terpisah, Ketua Umum Organisasi relawan sosial masyarakat Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Samuel Sueken saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya akan menumpas mafia tanah sampai ke akar-akarnya.
“Kami bersepakat sama-sama menumpas mafia, hasilnya akan kami laporkan kepada Bapak Presiden” tegas Samuel, Jum’at (5/8/2022).
Ketua Umum Organisasi relawan sosial masyarakat Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) ini menegaskan, organisasinya akan bekerja secara prioritas akan membasmi para mafia tanah khususnya yang ada di Kalimantan Selatan dan pada umumnya di Indonesia, tukasnya. (Imron/Dolok)
Halaman : 1 2












