Pada bagian lain dia menyesali ulah oknum wartawan yang merusak profesi jurnalis lewat cara-cara kurang terpuji. Misalnya, melakukan pemerasan terhadap pelaku usaha, pejabat dan lainnya.
“Sikap kurang terpuji seperti itu biasanya dilakukan oleh oknum wartawan dadakan, abal-abal dan bermental kampungan. Saya berharap organisasi seperti PWO IN harus menyeleksi secara ketat calon anggotanya. Jangan asal rekrut saja. Yang takalah penting, wartawan online harus bisa menulis dengan baik dan benar. Paham aturan hukum, dan tidak melanggarnya. Sebab, profesi wartawan bukan untuk numpang nampang, gagah-gagahan, apalagi menjadi warga istimewa di tengah masyarakat. Itu tidak benar. Dan saya sesali sikap seperti itu,”
Adi Warman juga berharap agar anggota PWO IN harus mampu bertahan hidup di tengah situasi pembelanjaan iklan produsen melemah, serta kurangnya pasokan iklan/advertorial di masing-masing penerbitnya. Namun begitu, diperlukan strategi pencarian iklan/advertorial di lapangan. Hal ini harus disadari oleh para wartawan.
“Fase ini (sulitnya mendapat iklan) hanya sementara dan mereka harus mampu bertahan. Saya ambil contoh sederhana, ketika Google, FB dan Youtube mulai diperkenalkan kepada masyarakat, mereka juga bertahun-tahun tanpa iklan. Tapi sekarang ini, iklannya luar biasa. Oleh sebab itu, saya berharap teman-teman yang tergabung dalam PWO IN tetap semangat dalam berkarya yang dibalut dengan doa yang tulus,” sarannya.
Wantimpres ini mendukung penuh Kongres Daerah PWO IN Jawa Tengah yang akan berlangsung pekan depan. Yang terpilih haus menjaga amanah yang diberikan agar organisasi solid dan terjaga keutuhannya. (Aziz/Rustam/H.Juprin)
Halaman : 1 2












