Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kegiatan Masyarakat sebaiknya menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi, bukan memperbesar perbedaan.
Ceramah KH. Gulam Rasna Umar: Maulid Mengajarkan Nilai Amal dan Kematian

Sementara itu, dalam Tausiyahnya, KH. Gulam Rasna Umar dari Serang menyampaikan pesan Keagamaan mengenai makna memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia mengingatkan Jamaah bahwa peringatan Maulid hendaknya tidak hanya dijadikan acara seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, salah satu nilai yang dapat diwujudkan dalam kegiatan Maulid adalah berbagi melalui sedekah makanan serta kepedulian kepada sesama.
Dalam Ceramahnya, KH. Gulam juga mengingatkan bahwa setiap Manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian.
Pesan tersebut disampaikan untuk mengajak Jamaah agar tidak terlena dengan kehidupan dunia dan senantiasa mempersiapkan bekal amal untuk kehidupan Akhirat.
Ia menggambarkan bahwa harta, kendaraan, jabatan dan berbagai kemewahan dunia pada akhirnya tidak akan dibawa ketika seseorang meninggal dunia.
“Semua yang hidup pasti akan mati. Di manapun kita berada, ketika waktunya tiba, malaikat maut datang. Orang yang meninggal dunia tidak membawa harta dan kendaraan,” pesan KH. Gulam Rasna Umar dalam Tausiyahnya.
Pesan tersebut kemudian menjadi renungan bagi Jamaah yang hadir agar kehidupan dunia dapat dijalani dengan penuh tanggung jawab, memperbanyak amal kebaikan, bersedekah, membantu sesama dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Pemuda Kampus 03 Dorong Kegiatan Sosial di Lingkungan
Selain menjadi kegiatan Keagamaan, peringatan Maulid Nabi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan semangat kebersamaan generasi muda melalui keberadaan Pemuda Kampus 03.

H. Levi/Empe selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua Pemuda Kampus 03 menjelaskan bahwa Organisasi Kepemudaan tersebut telah berjalan lebih dari satu tahun dan memiliki sekitar 60 Anggota.
Menurutnya, keberadaan Pemuda Kampus 03 diarahkan untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial dan positif di lingkungan Masyarakat.
“Kalau untuk arti dan maknanya, ketika kita bersosial dengan Agenda-agenda yang kita kerjakan setiap bulan dengan kegiatan positif, seperti lingkungan sekitar yang tidak layak kita lihat, Mudah-mudahan insya Allah kita bersama-sama membersihkannya,” ungkap H. Levi/Empe.
Ia menjelaskan bahwa semangat tersebut menjadi salah satu dasar berdirinya Pemuda Kampus 03 di Kp. Sukasari. Dengan jumlah Anggota yang mencapai sekitar 60 Orang, pihaknya berharap para Pemuda dapat terus menjadi bagian dari kegiatan sosial dan Kemasyarakatan.
Menurutnya, Pemuda jangan hanya menjadi Penonton dalam pembangunan lingkungan, tetapi harus mampu mengambil peran sesuai kemampuan Masing-masing.
Bukan Sekadar Seremonial, Maulid Jadi Ruang Membangun Kepedulian
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kp. Sukasari juga memperlihatkan adanya sinergi antara Tokoh agama, Masyarakat, Pemuda, aparatur Pemerintahan dan Organisasi Kemasyarakatan Ormas BPPKB BANTEN DPAC TELUKNAGA 98 Ketua Mandor Donie.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai kalangan Masyarakat dalam suasana yang penuh Kekeluargaan.
Semangat yang muncul dari kegiatan itu adalah pentingnya menjaga persatuan, mempererat silaturahmi serta memperbanyak kegiatan yang memiliki nilai sosial dan Keagamaan.
Di tengah kehidupan Masyarakat yang semakin dinamis, Ruang-ruang pertemuan seperti Pengajian, Maulid Nabi dan kegiatan sosial dinilai memiliki arti penting karena Masyarakat dapat saling berkomunikasi secara langsung.
Kebersamaan juga menjadi modal utama untuk menjaga lingkungan agar tetap harmonis.
Harapan Untuk Masyarakat Teluknaga
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan dan siraman rohani, tetapi juga membawa pulang semangat untuk memperbaiki diri.
Nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan dalam kehidupan Sehari-hari melalui sikap jujur, amanah, saling menghormati, peduli terhadap sesama, menjaga persaudaraan dan menghindari perselisihan.
Tokoh Agama, tokoh Masyarakat, Pemuda serta Organisasi Kemasyarakatan Ormas BPPKB BANTEN DPAC TELUKNAGA 98 Ketua Mandor Donie, diharapkan dapat terus bersinergi dalam menghadirkan Kegiatan-kegiatan positif yang menyentuh langsung kebutuhan Masyarakat.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak berhenti ketika acara selesai, tetapi dapat menjadi awal untuk melahirkan semangat baru dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa membangun Masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur Masyarakat sesuai peran dan kapasitas Masing-masing.
Ditutup Dengan Doa dan Harapan
Rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kp. Sukasari, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Para Jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat hingga selesai.
Harapan besar pun disampaikan agar seluruh pihak yang terlibat diberikan kesehatan, keberkahan, kemudahan dalam menjalankan aktivitas, serta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dijaga, terutama dalam memperkuat persatuan antara Masyarakat, tokoh Agama, Pemuda, aparatur Pemerintahan dan Organisasi Kemasyarakatan Ormas BPPKB Banten DPAC TELUKNAGA 98 Ketua Mandor Donie.
Maulid Nabi Muhammad SAW akhirnya bukan sekadar peringatan Tahunan, melainkan momentum untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan dan semangat kebersamaan di tengah Masyarakat.
Aamiin Ya Rabbal Alamin.
( MUHAMMAD ANDIKA PUTRA )
Halaman : 1 2

Ikuti Kami
Subscribe










