Menurut Kadeppel AAL, penyebab kecelakaan kapal di laut salah satunya adalah ketidakmampuan para awak kapal dalam memperhitungkan stabilitas kapalnya, sehingga berakibat fatal mulai dari kapal tidak dapat dikendalikan sampai dengan kapal kehilangan keseimbangan hingga tenggelam.
“Untuk itu, sebagai calon pengawak KRI, Taruna AAL Tingkat IV Korps Pelaut perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan tentang stabilitas kapal sehingga pada akhirnya keselamatan pelayaran dapat dicapai,” terangnya.
Kadeppel AAL juga menyampaikan kembali penekanan Gubernur AAL, Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E.,M.Tr. (Han) bahwa keberadaan dan tugas pokok seluruh anggota AAL diarahkan dan berorientasi kepada kepentingan pendidikan Taruna, hal ini sejalan dengan program prioritas Kasal yang salah satunya adalah pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.
“Sehingga ditekankan kepada seluruh peserta latihan agar setiap Lattek dilaksanakan sebaik-baiknya, gunakan alokasi waktu lima hari yang ada ini secara efektif dan efisien demi tercapainya peningkatan kualitas dan keterampilan dasar Taruna Tingkat IV sebagaimana yang diharapkan oleh lembaga,” pintanya.
Walaupun Lattek Stabilitas Kapal kali ini berbeda dengan pelaksanaan Lattek sebelumnya akibat pandemi Covid-19, tapi hal itu bukan menjadi kendala dan hambatan, laksanakan Lattek secara sungguh-sungguh dan semangat dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan, 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Kabagpen AAL,
Letkol Laut (KH) Rohman Arif, S.Sos.
Halaman : 1 2












