Dikatakan, “Di tiap Kodam ada sasaran, 1 Korem 1 sasaran. Tiap-tiap Korem mempunyai otorisasi untuk menunjuk lokasinya dimana. Dan setelah dikoordinasikan dengan Forkopimda khususnya di Pemalang ini, saya lihat secara riil kegiatannya sangat luar biasa”, jelasnya.
“Ini bukti kegotongroyongan masyarakat yang memang menjadi ukuran atau andalan kami, bahwa dengan dana 20 juta bisa membangkitkan emosi gotong royong kepada masyarakatnya khususnya di Desa Klayeran ini yang salah satunya di rumah ibu Tuminah”, terangnya.
Dijelaskannya bahwa ibu Tuminah berlatar belakang Warakawuri dan telah memenuhi kriteria atau aspek RTLH yakni kenyamanan, keselamatan, kesehatan dan keamanan. “Dari 4 aspek/kriteria mudah-mudahan bisa terakomodir. Dan setelah kami cek di lapangan, semua memenuhi kriteria tersebut”, ungkapnya.
Waaster Kasad juga menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan. “Kami sangat berterima kasih kepada Danrem, Dandim beserta jajaran TNI dan Polri serta Forkopimda Pemalang, ternyata apa yang kita inginkan bisa terwujudkan”, paparnya.
Disamping itu, Waaster Kasad juga berpesan kepada segenap masyarakat, bahwa dengan adanya kegiatan yang hingga saat ini pandemi corona atau Covid 19 belum berakhir dan hingga kini TNI AD masih terus berusaha dan berupaya mencari solusi terbaik agar pandemi ini cepat berakhir, dengan terus mencoba mengkolaborasikan dengan teman-teman dari Unair, BIN dan sebagainya untuk mendapatkan obat yang hingga saat ini belum ada kepastian dari pihak BPOM.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada terobosan-terobosan terkait dengan bagaimana mengatasi pandemi corona saat ini. Karenanya, kami berharap segenap masyarakat khususnya warga Klareyan ini untuk bersama-sama membantu TNI, Polri, Pemda dan komponen lainnya untuk melaksanakan dan menerapkan Protokol Kesehatan yang salah satunya menggunakan Masker”, himbaunya.
Halaman : 1 2













