“Jadi memang kita di tempat kediaman sendiri ini usaha kami mengajarkan untuk berzakat, selain kita berbagi sama yang lain kita pun diwajibkan berzakat dari penghasilan atau keuntungan dari usaha kita sendiri,” terang Obo.
“Ini untuk pertama kalinya, karena berdirinya baru beberapa bulan aja, kita baru buka usaha kita loncing nya,” imbuhnya.
Obo mengajak bagi para donatur yang merasa diri mampu untuk mau berbagi, menyumbangkan sebagian kecil rizkinya untuk anak-anak yatim dan dhuafa.
“Harapannya, kedepan para donatur-donatur yang cukup mapan, ayo kita bersama-sama untuk bisa menyumbangkan rizkinya ke anak-anak yatim dan kaum duafa yang membutuhkan. Apalagi, di bulan suci ini, yang sangat antusias saya lihat di Masjid dimasa pandemi banyak warga yang kesulitan terkait kebutuhan pangan dan lain-lain,” tutup Obo.
(Susi/aris)
Halaman : 1 2












