” Semua temuan kemudian dilaporkan langsung ke Dandim, yang segera menyampaikan informasi ke Kodim 0510/Tigaraksa untuk penanganan lebih lanjut ke Pimpinan atas.
Tim Jihandak Denzipur 3/ATD Kodam Jaya turun ke lapangan untuk sterilisasi lokasi lebih lanjut, mengamankan UXO (Unexploded Ordnance) di wadah pasir, dan menyiapkan rencana disposal di lahan Serdang Wetan, Kamis (16/10/2025). Seluruh proses pengamanan dilakukan dengan standar keselamatan tinggi dan koordinasi penuh dengan Polsek serta Pemerintah Daerah.

Dandim menekankan, dokumentasi setiap tahap menjadi arsip resmi sekaligus bahan evaluasi prosedur penanganan UXO (Unexploded Ordnance) di masa mendatang. “Kecepatan pelaporan, koordinasi jajaran Danramil, dan langkah terukur tim Jihandak menunjukkan profesionalisme Kodim 0510/Tigaraksa. Semua ini penting untuk keselamatan Warga dan akuntabilitas tindakan Militer,” jelasnya.
Ini bukan sekadar pengamanan UXO (Unexploded Ordnance) tetapi juga indikator kesiapsiagaan Kodim dan Kodam Jaya dalam manajemen risiko. Kecepatan dan ketepatan tindakan militer dalam mengamankan bom latihan dan mortir memperlihatkan sinergi disiplin, prosedur standar, dan kepedulian terhadap keselamatan publik.
Selain pengamanan dan sterilisasi lokasi, jajaran Kodim bersama aparat Polri juga melakukan sosialisasi singkat kepada Warga sekitar agar tetap waspada dan melaporkan benda mencurigakan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa UXO (Unexploded Ordnance) masih bisa muncul di Wilayah bekas latihan Militer atau konflik lama.
Langkah proaktif Kodim 0510/Tigaraksa dan jajaran Danramil menunjukkan aksi cepat dari deteksi awal, koordinasi dengan Pimpinan, hingga penanganan teknis. Operasi ini menegaskan kesiapsiagaan Militer dalam menjaga keamanan Wilayah, melindungi Warga, dan memastikan seluruh prosedur pengamanan dan disposal UXO (Unexploded Ordnance) berjalan aman, terukur, dan profesional.
Penulis : Muhammad Andika Putra
Halaman : 1 2

Ikuti Kami
Subscribe










