Liputan86.com -Media Suara Kalimantan Rayakan Milad Ke 93 Sekaligus Nobatkan Pimpinan Redaksi
MEDIA Suara Kalimantan tahun ini merayakan Milad yang ke-93 tahun disertakan syukuran dan penobatan pimpinan redaksi. Perayaan dilakukan dengan cara potong tumpeng bersama perwakilan dari beberapa organisasi Pers yang ada di Kalimantan Selatan.
Acara berlangsung secara hybrid ini dilakukan untuk lebih menguatkan internal awak media Suara Kalimantan dengan sejumlah Organisasi Pers.
Pimpinan Umum media Suara Kalimantan, Sayyid Aspihani Assegaf menerangkan dalam kata sambutannya, Suara Kalimantan tersebut mulai menerbitkan medianya pada tanggal 23 Januari 1930 di saat zamannya kolineal Belanda.
“Didirikannya media Suara Kalimantan ini adalah salah satu alat rakyat untuk berjuang melawan Hindia Belanda guna meraih kemerdekaan Indonesia,” ucapnya, Minggu (22/1/2023) disaat penyampaian pidatonya di ketika mengkokohkan Pimpinan Redaksi Suara Kalimantan.
Menurut Aspihani, media Suara Kalimantan saat itu yang dipimpin oleh A.A. Hamidhan hanya bertahan sampai tahun 1942 dalam kurun waktu sekitar 12 tahun. “Mesin cetak media Suara Kalimantan menjelang kedatangan tentara Jepang ke Banjarmasin di hancurkan oleh Belanda bersamaan membumi hanguskan puluhan objek vital di Banjarmasin, sejak itu.” ceritanya.
Tepatnya pada 5 Oktober 1945 sampai tahun 1947, beber Aspihani, media Suara Kalimantan tumbuh kembali dan berjalan dengan lancar. “Saat itu Suara Kalimantan dipimpin oleh Ardiansyah dan Gusti A. Soegian Noor, namun hanya dapat bertahan sampai dua tahun saja, dari 1945 sampai 1947,” ujarnya.
Aspihani melanjutkan ceritanya, pada tahun 1995 Suara Kalimantan atas inisiatifnya kembali terbit dengan menerbitkan perminggu, namun dikarenakan dana untuk menerbitkan tidak mencukupi, akhirnya penerbitan media batal.
“Tahun 2004 sampai 2006 Alhamdulillah bisa menerbitkan walau hanya berupa tabloid mingguan. Dan tahun 2010 kita bersama sejumlah aktivis LSM menerbitkan kembali, namun hanya dapat bertahan sampai tahun 2013. Namun online-nya Alhamdulillah sejak tahun 2009 an samping sekarang bisa bertahan,” tuturnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya













