Banten,liputan86.com – Uang pajak kendaraan baru di Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, diduga digelapkan sejumlah pihak di internal Samsat. Akibatnya, pendapatan pajak senilai miliaran Rupiah mengalami kebocoran.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, Opar Sohari, membenarkan peristiwa penggelapan pajak di UPT Samsat Kelapa Dua tersebut. Bahkan Opar menilai aksi kejahatan tersebut terbilang sangat nekat. “Ini nekat saja kalau menurut saya,” kata Opar saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 15/4/2022.
Disampaikan Opar, sistem alur keuangan di Samsat bisa langsung dipantau lintas instansi. Mulai dari pihak kepolisian, Jasa Raharja, dan Bapenda Provinsi Banten.
“Soal pendapatan itu ada dari kita (Bapenda Provinsi Banten), dari kepolisiannya, ada dari Jasa Raharja, ada dari bank juga. Pasti ketahuan lah,” katanya.
Opar menyatakan, pembobolan kas daerah tersebut sedang diperiksa oleh Tim Auditor dari Inspektorat Provinsi Banten. Begitu juga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
” Kita tunggu dari Inspektorat dan BPKP, mereka sedang bekerja,” jelasnya.
Ditempat terpisah, Kepala Inspektorat Provinsi Banten, Muhtarom, tak berkomentar banyak terkait perkembangan pemeriksaan kerugian uang negara dari dugaan penggelapan di Samsat Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
“Tim masih melakukan pemeriksaan,” terangnya..
Halaman : 1 2 Selanjutnya













