Mengenal Lebih Dekat Pembina MIO, Juri Ardiantoro Pria Asal Brebes Yang Berhasil Menuju Gerbang Istana

- Redaksi

Rabu, 26 Mei 2021 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 13 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Liputan86.com-  Kesibukannya sebagai salah satu Deputy KSP, komisaris sebuah BUMN serta Ketum Ikatan Alumni UNJ, ternyata tidak memupuskan perhatiannya terhadap dunia literasi khususnya penulis dan jurnalis. Maklum ketika muda dan aktif di kemahasiswaan, ranah penulis dan media sudah menjadi bagian dari aktifitasnya. Maka tak pelak, ketika didaulat menjadi salah satu pembina dari perkumpulan Media Independen Online (MIO) Indonesia, dengan tangan terbuka Juri Ardiantoro menerimanya                               Masa Kecil

Juri Ardiantoro, lahir di Brebes, 6 April 1973. Ia menuturkan bahwa dari segi ekonomi ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Maklum, kedua orang tuanya tidak mempunyai sawah sebagaimana kebanyakan orang di desanya. Sawah atau tanah waktu itu dijadikan sebagai alat produksi yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur mengukur kehidupan ekonomi warga. Semakin luas sawah yang dipunyai seseorang, maka semakin mapan kehidupan ekonominya dan terpandang di desanya. Selain tidak memiliki sawah, orang tuanya juga tidak pernah mengenyam pendidikan formal, sehingga tidak bisa membaca atau menulis alias buta huruf. Karena Sawah atau tanah maupun pendidikan yang sering dianggap sebagai tolok ukur status social, dan karena keduanya tidak dipunyai, maka tidak ada pilihan lain bagi kedua orang tuanya untuk bekerja sebagai buruh, baik sebagai buruh tani atau buruh bangunan atau pekerjaan kasar lainnya

Karena berangkat dari kondisi ekonomi yang demikian, ia dari kecil terbiasa membantu kedua orang-tuanya untuk bekerja dan menghasilkan uang, baik di sawah, di ladang, maupun mengangkut dan mengumpulkan pasir untuk dijual kepihak pembeli pasir di desanya.

Ia menghabiskan pendidikan formal dari SD-SMA di Brebes. Ia memulai pendidikan formal di SDN 1 Lengkong, Brebes dari tahun 1980-1986. Selanjutnya ia melanjutkan sekolah menengah di SMPN 2 Brebes dari tahun 1986 hingga 1989, lalu melanjutkan pendidikan menengah atas di SMAN 1 Brebes, mulai tahun 1989-1992.

Terdapat cerita menarik mengenai pendidikan akademiknya, ia awalnya tidak mempunyai cita-cita untuk dapat mengenyam pendidikan sampai di SMP dan SMA favorit di Brebes, karena ia tidak menyiapkan secara baik untuk masuk ke sekolah tersebut. Waktunya habis untuk terlibat langsung membantu orang-tuanya mencari nafkah, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan lainnya ketimbang untuk belajar.Memang benar waktu SD ia mendapatkan peringkat 1, namun ia tidak menyangka bisa sekolah di SMP dan SMA favorit. Bayangkan saja, sebelum sekolah Juri mempunyai aktifitas untuk menggiling jagung, sepulang sekolah ia pergi ke sawah, ladang atau sungai lalu selepas ashar mencari rumput untuk kambing peliharaan keluarga, memasuki magrib pergi ke langgar, bahkan selepas isya ia baru menemukan waktu untuk bermain dan hampir tidak menemukan waktu untuk belajar. Ia merasa dirinya orang beruntung, di tengah keterbatasan waktu buat belajar ia bisa mendapat sekolah di tempat yang favorit.

juri awalnya mempunyai pandangan bahwa sekolah sampai SD saja cukup, karena ia beranggapan bahwa sekolah sampai SD saja ia sudah melampaui capaian kedua orang-tuanya. Kedua orang-tuanya tidak pernah mendapatkan pendidikan formal di sekolah, sehingga menyebabkan kedua orang-tuanya buta huruf. Kedua orang-tuanya jangankan menulis atau tanda-tangan, untuk melakukan cap jempol saja tangan mereka gemeteran. Namun, pengalaman dan ilmu yang diperoleh di sekolah membuat ia sadar bahwa ia harus menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Masa Kuliah

Pada tahun 1992, ia memutuskan ikut kakaknya ke Jakarta dengan tujuan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Jakarta (Waktu itu namanya Institut Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jakarta disingkat IKIP Jakarta). Ia diterima di UNJ di jurisan Pendidikan Sejarah, FPIPS atau Fakultas Ilmu Sosial saat ini. Ia bertekad ketika ke Jakarta untuk kuliah, ia tidak akan membebani kakaknya untuk membayar uang kuliah. Cara yang ditempuh oleh Juri untuk bertahan hidup di Jakarta dan untuk bayar uang kuliah adalah niaga. Terkadang ia jualan buku, kartu lebaran, sepatu, parfum dan barang lainnya. Ia memasarkan barang dagangan bukan hanya ke sesama mahasiswa, tetapi juga dosen. Namun, menjelang semester akhir pola untuk bertahan hidup dan pembiayaan kuliah berubah dari awalnya berdagang, menjadi penulis dan periset.

Selain aktif kuliah, Juri juga aktif menempa dirinya di organisasi kemahasiswaan, baik intra univeritas maupun esktra universitas. Ia terlibat aktif dalam berbagai organisasi, diantaranya menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Sejarah, Majalah Mahasiswa DIDAKTIKA, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) PMII dan

Berita Terkait

Resmi Terdaftar sebagai Mediator Non-Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Yandri, S.H. Siap Mengedepankan Keadilan Melalui Jalur Perdamaian
Perkuat Soliditas Organisasi, LBH PMBI DPD Kota Tangerang Gelar Rapat Internal Bahas Program Kerja dan Disiplin Keanggotaan
Sidang PSN PIK 2 Memanas, Yandri SH Tampil sebagai Kuasa Hukum APDESI di PN Jakarta Pusat
‎PT. GOLDEN TRI BANAYA ‎Mitra Terpercaya Penyedia Jasa Outsourcing dan Tenaga Kerja Profesional
Rapat Persiapan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Tahap Kedua Digelar, Forum RW Kelurahan Jatiuwung Matangkan Kepanitiaan dan Anggaran Kegiatan
Ketua Umum LBH PMBI Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Komitmen Dukung Polri Presisi Menuju Institusi yang Profesional, Humanis, dan Dicintai Masyarakat
Ketua DPRT Jatiuwung Cakrawala Reborn BPPKB Banten Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Dukung Polri Semakin Presisi dan Dicintai Masyarakat
BPPKB BANTEN DPAC Teluknaga Gelar Syukuran SK dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Soliditas DPRT Lemo dan Muara di Momentum Muharram

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:58 WIB

Komarullah, S.H. Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Dukung Polri Terus Profesional Melayani Masyarakat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:12 WIB

Bupati Tangerang Jemput Aspirasi Warga Utara, Dari Nelayan Hingga Santunan Anak Yatim

Senin, 15 Juni 2026 - 16:27 WIB

Camat dan Sekretaris Camat Teluknaga Sampaikan Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Ajak Masyarakat Hijrah Menuju Kehidupan Yang Lebih Baik

Senin, 15 Juni 2026 - 12:20 WIB

Kepala Desa Kampung Melayu Barat Subur Maryono Ajak Masyarakat Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Dengan Semangat Hijrah dan Kebersamaan

Jumat, 10 April 2026 - 01:44 WIB

Bupati Tangerang Serahkan Alsintan Bantuan Presiden Kepada Gapoktan Sepatan Timur

Kamis, 2 April 2026 - 09:48 WIB

Bupati Tangerang Tinjau Pembangunan Jalan Pakuhaji dan Sukadiri

Jumat, 27 Maret 2026 - 00:26 WIB

Wabup Intan Kunjungi RS Insan Nusantara Rajeg

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:50 WIB

Semarak Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Desa Kampung Melayu Barat Sampaikan Pesan Penuh Makna dan Kebersamaan

Berita Terbaru