Pendiri sekaligus Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta sejak tahun 1996 hingga tahun 2003. Aktif di organisasi inilah yang menempa jiwa kepemimpinan Juri hingga akhirnya menjadi Ketua KPU RI dan Deputi IV Kantor Staff Presiden.
Juri lulus di UNJ (red: dulu IKIP Jakarta) pada tahun 1999. Total ia menghabiskan waktu hamper 7 tahun untuk menyelesaikan S1 di UNJ, lalu pada tahun 2000 ia melanjutkan magister di jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia. Ia lulus magister pada tahun 2003. Pada tahun 2005 ia melanjutkan program doktoral di University Malaya, dan lulus pada tahun 2013. Ia berpesan kepada kami bahwa jangan meniru ia dari segi lamanya waktu untuk mengenyam pendidikan masa kuliah hingga memperoleh kelulusan, khususnya waktu sarjana dan doktoral.Profesi
Juri melakoni banyak profesi sebelum akhirnya ia menjabat Deputi IV Kantor Staff Presiden Republik Indonesia. Ia memulai petualangan profesinya sebagai Guru di SMA Labschool Jakarta dari tahun 1997 hingga tahun 2000. Ia mengajar mata pelajaran Sosiologi di Labschool Jakarta. Pada tahun 2001 hingga 2003, ia menjadi dosen di Universitas Bung Karno, lalu menjadi Dosen Sosiologi Pariwisata, FIS UNJ dari tahun 2005. Tidak ketinggalan ia juga sempat menjadi Associate Research di Pusat Kajian Komunikasi FISIP UI dan Lab Sosio, Departemen Sosiologi FISIP UI, 2002 – 2003.
Pada tahun 2003, ia mendaftarkan diri sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta. Akhirnya ia diterima sebagai anggota KPU DKI Jakarta pada tahun tersebut pada usia 29 tahun. Ia menjabat anggota KPU Provinsi DKI Jakarta untuk periode tahun 2003-2008, namun pada tahun 2005, ia terpilih menjadi Plt ketua dan Ketua menggantikan M. Taufik. Pada tahun 2008, ia kembali terpilih menjadi anggota KPU DKI Jakarta dan kembali terpilih menjadi Ketua untuk masa bakti 2008-2013. Periode tersebut tidak ia tuntaskan, karena pada tahun 2012 ia terpilih menjadi anggota KPU RI periode 2012-2017. Pada saat tahun 2016, ia terpilih menjadi Ketua KPU RI menggantikan almarhum Husni Kamil Manik. Juri menjabat Ketua KPU RI dari tahun 2016-2017. Hingga akhirnya sekarang Juri menjabat Deputi IV Kantor Staff Presiden, Deputi IV adalah bidang Komunikasi Politik dan Informasi. Selai itu, Juri juga dipercaya di salah satu BUMN sebagai komisaris
Mengabdi di Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta
Juri Ardiantoro, mempunyai prinsip bahwa alumni harus kembali ke almamater dalam bentuk pengabdian apapun, baik sebagai dosen, menjadi pengurus alumni atau sebagai motivator buat adik kelasnya. Pada tanggal 12 Mei 2017, Juri terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat IKA UNJ periode 2017-2020. Beberapa pesan yang disampaikan ketika terpilih menjadi Ketua Umum IKA UNJ adalah berkomitmen untuk membesarkan IKA UNJ dan bahkan UNJ, tentu dengan cara bermitra dengan pihak UNJ. Pesan selanjutnya adalah mengajak alumni untuk kembali ke almamater dengan tujuan mengabdi, tentu mengabdi sesuai dengan kapasitas dan kemampuan.
Kerjasama baik antara IKA UNJ dan UNJ adalah ditandai dengan didapatkannya akreditasi unggul UNJ pada tahun 2021. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri menandai hubungan baik antara UNJ dan IKA UNJ. Karena salah satu penilaian adalah terkait pemetaan dan kontribusi alumni terhadap almamater. Assesor diakhir penilaian melalui Virtual Meeting menyampaikan apresiasi terkait lancar dan solidnya hubungan antara IKA UNJ dan UNJ. Bahkan Rektor UNJ, Komarudin juga menyampaikan hal tersebut kepada IKA UNJ dalam berbagai moment.
Beberapa kegiatan yang digagas IKA UNJ pada masa kepemimpinan Juri adalah seminasi karya tulis nasional yang diseminasikan, pada masa pandemi Covid-19 IKA UNJ juga memberi makan kepada mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung akibat pemberlakuan PSBB, lalu IKA UNJ memberikan bantuan APD kepada Puskesmas-puskesmas dan rumah sakit di Jakarta, lalu pada saat ramadhan IKA UNJ juga membantu kaum yatim dan dhuafa dengan memberi santunan, maupun pemberian makanan berbuka yang dilakukan setiap hari di sekitar kampus, dan berbagai kegiatan lainnya yang berdampak kepada mahasiswa, alumni, almamater dan masyarakat sekitar.
Menilik apa yang digapai Juri saat ini, memang bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit. Semuanya dicapai melalui perjuangan panjang, bahkan berdarah-darah yang bisa dijadikan cermin generasi muda saat ini. Bahwa perjuangan itu perlu kegigihan, keuletan dan tak ada kata menyerah.
Dan yang pasti keberadaannya saat ini ditengah keluarga MIO sudah pasti memberikan sinergitas dahsyat untuk bersama membangun masyarakat, bangsa dan negara tercinta. Amin (Red/dari berbagai sumber)
Halaman : 1 2












