Banten, onlineindonesia.id
Nahdlatul Ulama (NU) genap memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 Tahun atau satu abad pengabdian kepada Bangsa dan Negara. Momen bersejarah ini menjadi refleksi perjalanan panjang NU sejak didirikan pada Tahun 1926 hingga 2026, dalam perannya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat nilai keislaman yang moderat, serta membangun peradaban Bangsa yang berakhlak mulia.
Peringatan satu abad NU ini mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan, termasuk tokoh Politik dan wakil Rakyat di Provinsi Banten. Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Banten, H. Wawan Suhada, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi dan penghormatan Setinggi-tingginya atas kontribusi besar NU dalam sejarah Bangsa Indonesia.
Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, Harlah ke-100 NU dinilai bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, persatuan, dan Nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
H. Wawan Suhada menegaskan bahwa NU telah membuktikan dirinya sebagai pilar penting Bangsa, yang konsisten menjaga keseimbangan antara Agama, Budaya, dan Nasionalisme.
“Satu abad Nahdlatul Ulama adalah bukti nyata bahwa NU bukan hanya Organisasi keagamaan, tetapi juga benteng moral dan ideologis Bangsa. NU sejak awal berdiri telah mengambil peran strategis dalam memperjuangkan kemerdekaan, menjaga persatuan, serta mengawal Indonesia agar tetap berada di jalur moderasi dan toleransi,” ujar H. Wawan Suhada.
Ia juga menyampaikan bahwa Nilai-nilai yang diajarkan NU, seperti tasamuh (Toleransi), tawassuth (Moderat), tawazun (Seimbang), dan i’tidal (Adil), sangat relevan untuk menjawab tantangan Sosial, Politik, dan Kebangsaan saat ini.
Menurutnya, di tengah arus globalisasi, polarisasi Politik, serta maraknya Paham-paham ekstrem, NU hadir sebagai penyejuk dan perekat Bangsa.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe










