Salah satu contoh nyata, di sektor energi. Upaya dilakukan dengan pemanfaatan energi bersih. Namun pertumbuhan energi bersih lambat tapi pembakaran batu bara terus dilakukan. Di Sumatera, ada 33 PLTU batu bara yang sudah beroperasi dan berkontribusi terhadap emisi karbon. Tidak hanya sampai disitu, Sumatera tetap akan menjadi tempat mendirikan PLTU batubara, tidak kurang dari 4,5 GW PLTU akan didirikan, Secara global pembakaran batu bara berkontribusi besar emisi karbon 44%. Pembakaran batubara yang menghasilkan senyawa beracun (SOx, NOx, PM2,5, logam berat) menyebabkan polusi udara dan lebih parahnya lagi menyebabkan hujan asam yang mempengaruhi tanaman, tanah, bangunan dan benda lain di permukaan bumi.
Kabupaten Lahat memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah kekayaan bagaikan setinggi puncak selero yang megah menjulang tinggi di angkasa Kabupaten lahat.
Anak muda di Kabupaten lahat memiliki potensi bakat yang sangat luar biasa dan bahkan pemuda dan pemudi lahat sangat di kenal di penjuru negeri Nusantara. Anyways sangat sayang sekali Kabupaten Lahat ini sedang tidak baik-baik saja karena Kabupaten Lahat ini sedang di perkosa oleh oligarchy, karna sumber daya alam yang sangat luar biasa dan bahkan melimpah di rampas oleh kalangan oligarchy. Namun di Dilema ketergantungan energy kotor adalah harga selalu tak menentu. Dilema yang selalu, Masyarakat yang harus menanggung kerugian paling besar. Mulai dari dampak kerusakan lingkungan, dampak kesehatan, hingga yang menanggung beban kenaikan tarif harga listrik.
Menurut pandangan saya kondisi di Kabupaten Lahat sangat miris. Ada puluhan perusahaan Tambang Batu bara. Dan ada dua PLTU di Kabupaten lahat. Masyarakat di Lahat khusus di ring 1 Area pertambangan dan PLTU sudah menjadi korban tercemar limbah dari pertambangan dan PLTU. Di sungai air sudah tercemar dan bahkan tercemar ke sumur warga.
Di musim kemarau air sumur rumah warga berubah warna hitam. Dan warga terpaksa ke sungai untuk mandi dan cuci pakaian Walaupun Air sudah tercemar. Begitu juga dengan Udara masyarakat sekitaran ring 1 Area pertambangan dan PLTU sudah pencemaran udara kotor dari debu PLTU yg mengandung PM2.5 yang sangat berbahaya, setiap hari menghirup udara kotor itu. Begitu juga pertambangan masyarakat yg tinggal di area jalan. Debu dari angkutan transport pertambangan sudah menjadi makanan mereka.
” Dan bahkan 80% masyarakat sekitaran ring 1 Area pertambangan dan PLTU sudah hidup tidak sehat lagi.
Di Kabupaten Lahat Udara Bersih itu sangat mahal.
” aktivis ini lingkungan ini menyuarakan bahaya PLTU yang ada di Merapi dampaknya bisa menimbulkan penyakit paru paru, penyemaran udara ” Fly Ask dan Faba( bottom ask) kata ” Sahwan.(Bambang.MD)
Halaman : 1 2














