“Mudah-mudah duit PKH milik saya yang dipotong dibalikin lagi, kalau dibalikin uangnya buat biaya hidup saya dan keluarga sehari-hari, serta biaya pendidikan anak saya,” harapnya.
Saat ditemui di Kampung Melayu Timur, Ketua Kelompok EL mengaku mengambil kartu ATM milik KPM dari tangan aparatur Desa Kampung Melayu Timur, kemudian digesek di mesin ATM dan diketahui kartu ATMnya telah terblokir.
“ATM dipegang sama Bang Acing aparatur desa, saya ambil terus saya kasih KPM digesek di mesin ATM terblokir, lalu saya minta solusi ke Korcam untuk buka blokiran di Bank BRI Kampung Melayu,” paparnya.
Setelah membuka blokiran, EL dan KPM disarankan Korcam membuat rekening koran ATM atas nama KPM DN, D dan beberapa KPM lain, betapa terkejutnya mereka setelah mengetahui isi ATMnya ada bekas penarikan uang oleh oknum.
“Begitu kita buat rekening koran di BRI Kampung Melayu, terlihat ada bekas tarikan uang di agen Brilink Sumiati, lalu kita kaget dan nangis ramai-ramai di Bank BRI,” ujarnya.
Disisi lain saat ditemui dikediamannya Desa Kampung Melayu Timur, Agen Brilink Sumiati membantah kalau dirinya telah mengambil uang PKH tahap III di ATM milik KPM. Menurutnya apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur.
“Saya tidak ngambil uangnya, nama DN dan D saya tidak tahu, karena KPM tidak gesek langsung, biasanya kalau gesek dibawa sama Bang Acing, saya sudah serahkan hasil gesekan yang Bang Acing bawa,” terangnya, Minggu (12/9/21).
Sementara itu aparatur Desa Kampung Melayu Timur, Acing saat ditemui di tempat kerjanya menceritakan, kalau dirinya hanya sebatas membantu KPM yang memiliki masalah saat pencairan, agar KPM mendapatkan haknya.
“Kalau ATM KPM ada masalah itu tugas saya yang betulin, soal duit yang dipotong atau hilang itu urusan agen Brilink, coba saja lihat di rekening koran atas nama Brilink siapa, atau kasih ke saya prinan rekening korannya biar saya bantu,” tandasnya. (R)
Halaman : 1 2












