Belajar dari pengalaman selama ini, sudah saatnya kita memikirkan langkah-langkah yang lebih terpadu dan terkoordinasi. penetapan institusi yang tepat berada di garis depan dan pihak-pihak yang harus mendukung dari belakang. Baik pada masa awal terjadinya bencana maupun penanggulangan lanjutan dalam bentuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Mungkin, tanggung jawab yang selama ini seolah-olah menjadi monopoli Badan Koordinasi Nasional/Daerah Penanggulangan Bencana Alam (Bakornas/da PBA) beserta Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) PBA, harus diubah.adapun beberapa instansi hadir dalam kegiatan tersebut,”asisten satu kabupaten Rote Ndao,Dandim 1627 Rote Ndao letkol inf bayu Panji bangsawan,S.SI.M.Han,Wakapolres Rote Ndao,Kajari,Kadis,Danramil 1627 Rote Ndao di wakili pelda Domiggus Karma,Kapolsek batutua,sekcam Rote barat Daya,toko masyarakat l,agama,pemuda,anggota kesehatan dari puskesmas batutua,warga desa sukabatun.
Dandim 1627 Rote ndao letkol inf bayu Panji bangsawan,S.SI.M.Han.menyampaikan,”
BENCANA ALAM yg ada di Indonesia merupakan hal yg Kodrati karena kita adalah negara yg di kelilingi oleh rangkaian gunung berapi dan Patahan Bumi . Namun, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta prediksi para scientis merupakan suatu ruang pengetahuan yg dapat membantu kita mengatisipasi dampak dari bencana tersebut, Karena kegiatan latihan adalah metode Metode Mitigasi dan penataan ulang peran dan tanggung jawab setiap badan atau instansi dalam Mengurangi Resiko dari bencana alam. Sehingga masyarakat dapat terbebas dari penderitaan yang berkepanjangan akibat bencana.
Selanjutnya dlm kondisi saat ini kita semua wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan iklim, sehingga dapat terlindunginya masyarakat dari dampak bencana alam yabg diakibatkan oleh perubahan ikim,” tutur Dandim. (Lena)
Halaman : 1 2













