6). Belum ada TPAS(Tempat Pemroses lan Akhir Sampah) di Kabupaten Malaka
• Kebijakan Pemda dalam penanganan permasalahan :
1). Program Keluarga Malaka Mandiri (Mewajibakan org tua anak Stunting untuk memanfaatkan kebun, kandang, dan kolam) dan (Intervensi Penurunan Stunting dengan menggerakkan peran masif org tua asuh )
2). Gerakan Eliminasi Masalah Anak Stunting (GEMAS)
• Harapan Ke PEMPUS:
1). akses terhadap pembayaran UMKM
2). Konektivitas antar wilayah
3). Akses terhadap pelayanan dasar (listrik,internet,air)
4). Pengadaan USG dan antropometri
5). TPAS
5. Pemaparan Bupati Kab. KUPANG
Kondisi Stunting di Kab. Kupang jumlahnya 6.118 balita pada tahun 2022,
Angka Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Kupang pada tahun 2022 berjumlah 88.020 jiwa yang secara keseluruhan mengalami penurunan kemiskinan ekstrem.
• Permalasahan yang dihadapi
1). Kurangnya ketersediaan makanan tambahan ibu hamil
2). Skrinning pada remaja putri di sekolah dan yang belum sekolah belum rutin dilakukan
3). Peralatan antropometri yang kurang
4). Kekurangan bahan pembuatan formula 75 dan 100 (SUSU,GULA,MINYAK) di puskesmas
5). Mobilisasi masyarakat yang cukup tinggi sehingga anak diasuh oleh kakek dan nenek atau pengasuh
6). Tidak semua rumah tangga mendapat akses air minum layak
7). Sanitasi kurang layak di rumah tangga
8). Proporsi anggaran utk pembangunan air minum layak dan sanitasi
6. Pemaparan Wakil Bupati ROTE NDAO
Kondisi Stunting di Rote Ndao, bahwa di Kabupaten Rote Ndao tahun 2022 mengalami penurunan dari 22.3% dan pada tahun 2021 di angka 23,48% yang dipengaruhi oleh makanan tambahan makanan yang didukung oleh dana desa dan Bank NTT, dan kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari FORKOPIMDA.
• Permalasahan yang dihadapi:
1). pempus terlambat distribusi RUTF
2). Belum tersedianya menu RUTF di Katalog
3). Tidak ada anggaran PMT untuk bukan agustus ke Februari, sehingga di bulan februari cenderung mengalami kenaikan
4). Kurangnya dukungan dari ortu
Bahwa di Kabupaten Rote Ndao memiliki 12 puskesmas dan belum ada USG, namun di tahun 2023 sudah dianggarkan melalui DAK, sedangkan terkait antropometri seharusnya disediakan 414 posyandu dan saat ini baru hanya di 249 posyandu.
DAK BKKBN, Tahun 2022 berjumlah 34. 806.528.523 dan tahun 2023 realisasi anggaran 78%.
• Strategi dalam penanganan Stunting
1). Gerakan kakak angkat adik asuh yang melibatkan ASN dan Non ASN terhadap Ibu hamil dan balita. Hasilnya dari kegiatan tersebut memberikan pengaruh yang signifikan, bahwa pada tahun 2021 95 adik asuh sembuh dari Stunting
2). Pentau pemberian PMT kepada sasaran melalui Aplikasi Pantau PMT
3). Perhatian khusus kepada Ibu hamil
• Terkait kemiskinan Ekstrem
Kondisi mengalami penurunan 6,52% dari dari 16,14 % atau 28.550 menjadi 18.380(2022) hal ini dipengaruhi oleh
1). Menurunkan beban pengeluaran
2). Meningkatkan pendapatan
3). Meminimalkan wilayah kantong kemiskinan
• Permalasahan
1). Terdapat perubahan aplikasi E-PKH menjadi SIKS-NG sehingga menghambat verifikasi
2). Pengeluaran PKH tidak dipantau
3). Penerima bantuan cenderung belanja hal hal yang tidak penting
Jumlah KK miskin terbanyak di Rote Barat Daya dan terendah di Ndao Nuse
• Harapan untuk stunting
1). Untuk Stunting diharapkan mendapat dukungan dari PEMPUS khususnya terkait RUTF
2). Memastikan e katalog mendukung pengadaan RUTF
3). Dukungan penganggaran PMT
4). Dukungan pengadaan sanitasi untuk 6.717 KK
• Harapan untuk Kemiskinan
1). Dukungan bansos dan PKH
2). Mengaktifkan kembali e-PKH
3). Menggunakan BRI link untuk pengeluaran bantuan. (Lena)
Halaman : 1 2












