Rote,liputan86.com -Bertempat di Tuabuna Sosialisasi Bela Negara di PPA Betlehem Modopeda,bertempat di RT 01 / RW 01,Dusun-1 Tuabuna,Desa Kolobolon,Kecamatan Lobalain,kabupaten Rote Ndao.
Acara mulai pukul:14.55 wita sampai dengan pukul:15.30 witaTentu saja pemuda yang dimaksud adalah mereka yang memiliki tekad dan kemauan yang tinggi dalam mencapai sesuatu.
Dandim 1627 Rote Ndao letkol inf bayu Panji bngsawan,S.SI.M.Han menyampikan,”Seperti yang kita tahu bahwa generasi muda merupakan salah satu pilar bangsa yang menjadi penguat dan penentu arah keberlangsungan bangsa saat ini dan masa mendatang. Generasi muda merupakan faktor penting yang dimiliki bangsa Indonesia dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia. Menurut data statistik, jumlah penduduk usia muda pada tahun 2019 mencapai total populasi penduduk Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa generasi muda saat ini atau yang disebut generasi milenial mencapai jumlah yang cukup tinggi dan memiliki peranan yang besar untuk kehidupan negara. Generasi muda harus memiliki rasa cinta tanah air terhadap bangsanya untuk menjaga keutuhan bangsa. Salah satu sikap yang dapat ditunjukan adalah dengan menumbuhkan kesadaran dalam upaya bela negara,”
Secara umum, bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai dengan kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam menjamin kelangsungan bangsa dan negara. Aksi bela negara ini identik dengan kegiatan dalam memerangi permasalahan yang secara langsung atau secara fisik mengancam keutuhan NKRI seperti agresi, invasi, terorisme, dan lain sebagainya. Jika menilik bertahun-tahun yang lalu, para pemuda memiliki peranan yang vital dalam memperjuangkan kemerdekan Indonesia. Segenap tenaga dan kemampuan mereka kerahkan untuk mencapai kemerdekaan. Lantas apakah upaya bela negara berarti harus melalui angkat senjata? Apakah semua generasi muda harus menjadi Tentara Nasional Indonesia? Tentu saja tidak demikian. Di era saat ini, upaya generasi muda dalam membela tanah air tak lagi sekedar angkat senjata dan maju ke medan perang. Makna bela negara lebih luas dari itu.tegas Dandim.
Kemajuan zaman membuat tantangan yang dihadapi bangsa menjadi lebih kompleks. Tantangan maupun ancaman yang dihadapi generasi muda bukan lagi sekadar ancaman fisik, melainkan juga ancaman nonfisik. Kemajuan teknologi, mudahnya akses informasi, dan kemajuan lainnya tak hanya membawa sisi positif, tetapi juga masalah – masalah baru yang dapat mengancam keutuhan bangsa jika tidak mampu dikontrol dengan baik. Permasalahan mulai dari lunturnya nilai-nilai budaya, degradasi moral, narkoba, pergalan bebas, hate speech, hoaks, hingga isu SARA merupakan masalah yang cukup darurat untuk ditangani. Saling serang, intoleransi, mudah terprovokasi, terbawa pergaulan yang salah menjadi menjadi tantangan yang harus diatasi demi keutuhan bangsa. Generasi muda haruslah menjadi garda terdepan dalam memerangi berbagai permasalahan tersebut. Cara paling sederhana yang dapat diterapkan adalah kontrol yang dimulai dari diri sendiri.
Halaman : 1 2 Selanjutnya













