4.Penghormatan Kepada Inspektur Upacara
5.Laporan Komandan Upacara Kepada Inspektur Upacara
6. Pengibaran Bendera Merah Putih Diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia
7.Mengheningkan Cipta Dipimpin Oleh Inspektur Upacara
8.Pembacaan Teks Pancasila Oleh Inspektur Upacara Di Ikuti Seluruh Peserta Upacara
9.Pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945
10.Pembacaan Pesan-Pesan Pahlawan
11.Amanat
12. Pembacaan Doa(Kementrian Agama Kab Rote Ndao)
13.Andika Bayangkari
14.Laporan Komandan Upacara Kepada Inspektur Upacara
15.Penghormata Kepada Inspektur Upacara
16.Inspektur Upacara Berkenan Meninggalkan Mimbar Upacara
17.Upacara Selesai Pasukan Dapat Di Bubarkan
Selamat Memperingati Hari Pahlawan ke-77 tanggal 10 November 2022! Pahlawanku, Teladanku!
Tahukah kamu hari ini hari apa? Hari ini adalah Peringatan Hari Pahlawan ke-77 tanggal 10 November 2022. Mari teruskan perjuangan pemuda bangsa!
Pahlawanku, Teladanku! Mari bangkit bersama demi kemajuan bangsa dan negara. Selamat Hari Pahlawan 2022!
Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan? Ini berkaitan dengan sejarah Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Ayo, bersama lanjutkan perjuangan pahlawan bangsa! Selamat Hari Pahlawan 2022!
Mari bersama kita meneladani dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Selamat Hari Pahlawan 2022! Pahlawanku, Teladanku!
Apa arti Hari Pahlawan bagimu? Hari Pahlawan adalah untuk mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pahlawanku, Teladanku!
Tanpa jasa pahlawan, kita bukan siapa-siapa. Ayo bersatu lanjutkan perjuangan pahlawan. Pahlawanku, Teladanku!
Makna ‘Pahlawanku Teladanku’ adalah menjadikan semangat juang pahlawan bangsa sebagai panutan dalam meneruskan perjuangannya. Selamat Hari Pahlawan 2022!
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Selamat Hari Pahlawan ke-77 tanggal 10 November 2022. Pahlawanku Teladanku!
Mari jadikan Hari Pahlawan 10 November 2022 sebagai momentum untuk bersama bersatu membangun bangsa! Pahlawanku Teladanku!
Berikut ini pesan-pesan perjuangan Pahlawan Nasional seperti dikutip dari Pedoman Hari Pahlawan Tahun 2022 oleh Kemensos RI,”
“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang.” pesan Abdul Muis.
“Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.” semboyan dari Ki Hajar Dewantar.
“Hari kemudian dari pada tanah kita dan rakyat kita terletak dalam hari sekarang, hari sekarang itu ialah kamu, hari Generasi Muda!” pesan Dokter Cipto Mangunkusumo.
“Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan” pesan Pahlawan Nasional Tjut Nyak Dien.
“Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali” pidato Gubernur Suryo.
“Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung” dari R.A. Kartini.
“Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus.” disampaikan Jenderal Sudirman.
“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.” disampaikan Prof. Moh. Yamin, SH.
“Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimurapattimura muda akan bangkit.” oleh Pattimura.
“Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya.” pesan Nyi Ageng Serang.
“Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama” disampaikan Teuku Nyak Arif.
“Kami sanggup dan berjanji bertempur terus hingga cita-cita tercapai.” surat I Gusti Ngurah Rai kepada Letnan Kolonel Termeulen, seperti tersalin dalam Bali Berjuang.
“Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi.” kata Supriyadi.
“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” kata Ir. Soekarno.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” pidato Soekarno di Hari Pahlawan 10 November 1961.
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka” pidato Soekarno di HUT Proklamasi 1963.
“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita.” kata Moh. Hatta.
“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.” pesan Moh Hatta.
“Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku” oleh Silas Papare.
“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.” pidato Bung Tomo, yang dapat dijadikan sebagai kata-kata Hari Pahlawan. (Lena)
Halaman : 1 2













