Dalam arahannya, Asops Panglima TNI menyampaikan agar segenap prajurit mengedepankan azas loyalitas. Hal ini, karena di daerah operasi adalah daerah yang susah tidak sama dengan di komplek. “Tantangannya banyak sekali di situ, ada musuh situasi medannya, situasi lingkungannya pasti berbeda, sehingga dibutuhkan loyalitas. Apa yang diperintahkan komandanmu harus kalian perhatikan dan laksanakan sesuai perintah komandan kalian. Perintah komandan, itulah yang akan menyelamatkan kalian dan yang akan membawa satuan ini berhasil dan berprestasi didaerah operasi. Kalian jangan lengah dan harus tetap waspada”, terangnya.
Disamping itu, Asops Panglima TNI menyampaikan, ada perbedaan dalam tugas operasi pengamanan disana, pengamanan PT Freeport yang pertama di sana ada banyak penyakit malaria, karenanya jaga kesehatan kalian dengan istirahat cukup, rajin berolahraga untuk menjaga kekebalan dan stamina tubuh, dan konsumsi logistik yang sehat. Selain itu, jangan bermain-main dengan perempuan disana tetaplah waspada terhadap penyakit HIV/Aids, karena dikota itu yang paling banyak penyumbang HIV/AIDS diseluruh Indonesia. Jangan terpengaruh para pedulang emas disana, dilarang juga untuk mendulang dan dilarang pendulang masuk lokasi.
Pada kesempatan tersebut, Asops Panglima TNI pada Riksiapops Satgas Pam Obvitnas PT. Freeport Indonesia, menyatakan Yonif 405/Surya Kusuma Brigif-4/Dewa Ratna Wangon, Banyumas, layak untuk diberangkatkan sebagai satbanpur Kodam IV/Diponegoro melaksanakan tugas operasi pengamanan obyek vital nasional PT.Freeport Indonesia di Papua. (Syaiful/Danto/Rustam/Endo)
Halaman : 1 2














