Bireuen,liputan86.com – Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Simpang Mamplam Rusydi Muhammad yang dikonfirmasi wartawan terkait masalah perdamaian antara Keuchik Blang Panyang dan warganya yang memalsukan tanda tangan itu ia malah menyebut wartawan media online Anjing.
“Saya kenal dia, kau bilang sama wartawan Asee itu (Anjing) itu jangan buat berita asal-asalan,” ujar Keuchik Roh pada Senin 24/1/2022 kepada salah satu awak media
Ia juga menyebutkan, masalah sudah selesai hitam diatas putih jangan lagi dinaikkan berita.
“Kami 41 Desa di Simpang Mamplam, jangan sampai kami cari, dia gak tahan nanti, buatlah berita yang sesuai bahwa sudah terjadi perdamaian,” ancam Keuchik Roh
Ia menegaskan seharusnya, wartawan melakukan konfirmasi ke dirinya sebagai Ketua Keuchik di Simpang Mamplam.
Ketua BKAD Simpang Mamplam mengeluarkan kata-kata Makian terhadap Pimpinan media tersebut karena tidak terima Keuchik Blang Panyang diberitakan.
“Saya Ketua Keuchik, kalau ada masalah dengan Keuchik Simpang Mamplam, hubungi saya dulu, jangan langsung buat berita,” lanjut Keuchik Roh
Sementara pimpinan media online lintasnasional.com AN yang dilecehkan dan diancam tersebut mengakui kejadian berawal setelah mendapat informasi ada dugaan pemalsuan tanda tangan oleh ketua Kelompok Tani di Gampong Mamplam yang berakhir damai dengan uang 15 Jutaan mencoba meminta hak jawab ke Keuchik Blang Panyang.
“Kita hanya melakukan konfirmasi dan bertanya baik-baik agar pemberitaan berimbang dan tugas wartawan meminta hak jawab ke Keuchik Blang Panyang Muhammad Daud, namun ia meminta kami ke Kapospol Simpang Mamplam,” ujar Pimred Lintas Nasional
Halaman : 1 2 Selanjutnya












