“Saya mengambil langkah untuk percepatan ini menggunakan teknologi terapan yang bisa memberikan satu bukti, wujud bukan teori, sekarang dibutuhkan adalah wujud nyata bukan teori, wujud nyata ini yang menjadikan suatu jaminan, memberikan ketergantungan simbiosis mutualisme dan bisa menjadikan suatu nilai berkelanjutan,” ungkap Pangdam.
Sedangkan pameran ini adalah bentuk implementasi nyata sesuai dengan fungsi kecabangan masing-masing silahkan berkomunikasi, lakukan sharing jangan dianggap ini tidak nyata, tapi inilah yang kita hadapi, berani membangun kesetaraan, profesionalisme, memodernisasi, dan harus berani untuk menjadi tonggak serta pegangan masyarakat pada umumnya, inilah tugas pokok Kodam diimplementasikan dalam kegiatan nyata kerja sama saling mengisi dan menjadikan output (keluaran) yang baik.
Dalam pelaksanaan pameran inovasi dan teknologi Kodam III/Slw untuk peserta terdiri dari beberapa komunitas, diantaranya komunitas akademis, masyarakat, dan dari anggota jajaran Kodam III/Slw yang menemukan inovasi.
“Ingat, kalian harus membawa mindset ke depan jangan bicara masa lalu, masa lalu kalian jangan dibawa ke depan, setelah selesai pendidikan masuk ke dunia baru, jadilah diri sendiri bukan menjadi Taruna masa lalu. Hilangkan masa lalu dan tataplah masa depan, tidak ada kotak-kotak, tidak ada kelompok-kelompokan, tunjukkan sebagai seorang Perwira mengerti akan tugasnya,” pesannya.
Di akhir pengarahannya Pangdam III/Slw memberikan contoh-contoh inovasi yang dilakukan Kodam III/Siliwangi, diantaranya sistem informasi terpadu yang mengakses seluruh data Kodam dalam satu server, data tersebut dapat digunakan sebagai bahan analisa bagi para Dansat dalam menentukan keputusan. Filter Nusantara yang mengubah air kotor menjadi air sehat yang siap minum, alat tersebut sudah dioperasionalkan saat terjadi banjir. Beberapa temuan tersebut menjadikan sarana Binter dalam mendekatkan TNI kepada rakyat serta sebagai upaya mengatasi kesulitan rakyat.
(Pendam III/Siliwangi)
Halaman : 1 2












