Kapusjianstralitbang TNI menyampaikan bahwa teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara mendasar mengubah karakter dan perilaku keamanan regional, khususnya cara negara memandang peperangan dan membangun pertahanan. Big data, Machine Learning (ML) dan tekonologi berbasis algoritma otomatis semakin menandai setiap aspek dalam operasi militer dan aplikasi-aplikasi untuk keamanan nasional.
Selanjutnya disampaikan bahwa AI yang tersedia saat ini dan dalam waktu dekat masih perlu dikembangkan di segala aspek seperti hukum, politik, sosial-budaya, dan khususnya pertahanan dan keamanan. AI diharapkan juga dapat menjadi alat pemecahan masalah dan pelaksanaan tugas yang spesifik.
Lebih lanjut, Kapusjianstralitbang TNI membahas bagaimana memperkuat kerja sama pertahanan ASEAN dalam mengantisipasi perkembangan kecerdasan artifisial (AI), sejauh mana kapasitas adopsi teknologi AI di bidang pertahanan dari negara anggota ASEAN saat ini dan strategi yang dapat merangkul upaya bersama dalam memperkuat pertahanan terhadap ancaman yang mungkin muncul dari perkembangan AI. (Puspen TNI /Lena)
Halaman : 1 2












