Beberapa jam kemudian tim buser datang melihat, namun tidak mengambil sidik jari, dengan alasan belum punya alat untuk itu.
Kami sangat menyesalkan kejadian ini, ada kemalingan, saya sebagai korban ngurus sendiri ke Polsek, lapor sendiri, sementara dari pihak manajemen dan pengurus P3SRS lepas tangan, jangankan membantu, ikut mengucapkan prihatin saja tidak.
“Pada tanggal 12 Mei, saya WhatsApp General Manajernya yang bernama Deva, menanyakan kenapa saya sebagai korban tidak ada perhatian sedikitpun dari manajemen ke saya sebagai korban? Dia cuma jawab, kan buk sudah ditemani sama Security. Saya seperti tinggal dengan Security saja, tidak ada sentuhan manajemen ke saya, dia mengganggap cukup sama Security saja sebagai perwakilan manajemen”
“Lalu saya jawab untuk apa itu Tenan Relation yang berfungsi sebagai Hubungan dengan para penghuni, harusnya Manajernya bernama Irma itu tanpa disuruh harusnya mengberikan penjelasan. Ini rasa empati aja tidak ada sedikitpun”, sesal MP
“Disini saya merasa adanya Diskriminasi, kalau mereka kenal mereka peduli, kalau tidak kenal tidak peduli. Masa iya CCTV saja bisa rusak mendadak”
“Karena tidak ada kepedulian dari pihak manajemen, maka saya berjuang sama rekan mengungkap ini, berdasarkan email yang masuk ke akun. Akun ini dibuat oleh P3SRS, yang mana akun itu bosa diakses oleh pemilik dengan meminta username dan passwordnya kepada Tenant Relation, saya tidak ngerti juga, karena saya tidak pernah login, dan saya pun baru tau, sejak kejadian ini, saya baru tau kalau saya punya akun”
“Kami berharap agar P3SRS yang di Ketui oleh Naufal Firman Yursak yang juga anggota TEUPP Pemprov DKI Jakarta cepat tanggap akan permasalahan ini, dan meminta PT. SOS Indonesia selaku perusahaan security mengevaluasi anggotanya yang lengah terhadap keamanan dimana bertugas, khususnya Apartemen Taman Rasuna”, tutup MP dengan masih menyimpan keanehan yang terjadi. (MG)
Halaman : 1 2












