” Anak-anak saya lanjut brenjen juga ikut trauma melihat kejadian ini anak-anak saya kan ada yang masih kecil, saya tidak mau mengambil tindakan apa-apa makanya saya langsung melaporkan kejadian ini ke polsek, tapi tidak satupun polisi yang datang ke tempat saya, saya bingung polisi kan harusnya melayani ketika saya membutuhkan perlindungan hukum kepada aparat penegak hukum harusnya kan bisa di respon ini kayaknya aparat penegak hukum juga seolah-olah membiarkan saja ini semua terjadi di wilayah hukumnya trus saya harus minta tolong ke siapa”,. Kata brenjen
” Mereka datang secara tiba-tiba langsung bongkar tidak ngomong gimana-gimana saya kebingungan dengan anak-anak saya anak-anak pada trauma psikologis Anak-anak terganggu dengan kejadian ini, Etalase saya juga di angkat saja ada beberapa barang berharga disitu saya juga blum tau apakah hilang atau tidak soalnya ada dompet kecil di dalam etalase saya saat ini tidak tau tas kecil di Etalase sudah berada dimana karena saya juga ketakutan secara tiba-tiba datang main bongkar saja, anak saya juga taruma ini saya mau melaporkan ke komisi perlindungan anak karena takut anak saya taruma berkepanjangan dan juga saya masih menunggu keluarga kalau memang laporan saya ke polsek Teluk naga tidak di Terima yah saya mau laporkan kejadian ini langsung ke mabes polri, saya mau minta perlindungan hukum langsung ke mabes polri”., ucap istrinya melalui sambungan telpon sambil kedengaran anaknya menangis ketakutan (Red)
Halaman : 1 2












