Sedangkan sampah non organik seperti botol plastik, kaleng dan kertas akan diolah (dihancurkan) dengan mesin penghancur yang selanjutnya akan dipress (dimampatkan) menggunakan alat press agar volume sampah tidak memakan banyak tempat.
Apabila waktu pelayaran yang panjang dan menghasilkan sampah yang berlebih, KRI Bima Suci juga dilengkapi dengan alat Pembakar sampah yang bisa membakar sampah sampai titik didih 1000°C.
Pemberian materi Pengolahan sampah tersebut merupakan perintah Komandan Satgas Pelayaran Operasi Bima Suci Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr. Hanla. kepada Kadeplog agar seluruh Taruna mampu melaksanakan pengolahan sampah dengan baik, benar dan aman sehingga tidak menjadi penyebab pencemaran lingkungan.
Kegiatan pengenalan pengolahan sampah ini juga selaras dengan apa yang ditekankan oleh Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan, S. Pi., M.M.kepada Satgas pelayaran, dimana selama Operasi pelayaran agar Satgas KRI Bima Suci senantiasa bisa menjadi contoh dalan menjaga kebersihan dan kesehatan.
(KRI BSC)
Halaman : 1 2












