Dikatakannya, ketika kelembagaan itu sudah kuat, penataan juga harus didukung oleh sarana dan prasarana.berharap instansi terkait dapat membantu terutama dari sektor ekonomi masyarakat yang ada disekitar hutan mangrove.
“karna potensi dihutan mangrove yang sekarang itu jauh lebih respentatif medianya, dan belum terkontaminasi oleh lingkungan lingkungan lain.yakni, hamparan pantai yang membentang satu kilo dengan pantai yang landai, serta dialiri oleh sungai sepanjang 1600 m.dari semuanya itu bisa dijadikan bagian dari sarana pariwisata itu sendiri”.papar yani
Masih kata Yani, Mangrove itu sendiri diharapkannya ada media penataan yang membutuhkan pasilitas jalan seperti Joging trek, itu adalah salah satu jalan yang ada dihutan mangrove.
“Dan itu dibutuhkan penataan khusus dan konsep itu tidak ditemukan ditempat tempat lain.yang dikedepankan nanti kearifan lokal dan kelestarian lingkungan itu menjadi tolak ukur dari penataan dan perawatan itu sendiri”.katanya
Yani berharap adanya bimbingan dan pembinaan.karena LMDH itu sendiri jika ada komitmen dan diberikan kepercayaan penuh untuk mengelola, maka banyak sektor yang akan di ciptakan.
“Jika diberikan untuk mengelola nanti maka akan banyak sektor nantinya yakni sektor perekonomian dan sektor ketenaga kerjaan.selain untuk menciptakan peluang tenaga kerja yang baru juga program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dari pemulihan perekonomian tentunya akan terangkat”.tukasnya
Disisi lain, H.Supriyatno SE, M.Si, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Mina Muara Berdikari sangat mendukung dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan LMDH Tapas Jaya Tanjung Pasir.
(Red)
Halaman : 1 2












