Selanjutnya melalui Dansatgasduk SAR, Pangkogab memerintahkan unsur-unsur Satgasla yaitu KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Rigel-933, serta pesawat udara Satgasduk SAR untuk melaksanakan pencarian posisi kapal selam yang mengalami kedaruratan.
“ Disimulasikan kru kapal selam yang mengalami kedaruratan berusaha melaksanakan prosedur tower escape karena keterbatasan Oksigen serta makin bertambahnya kadar karbondioksida di dalam kapal selam. Tiba di permukaan laut, kru kapal selam melaksanakan prosedur surface survival dan pesawat udara berhasil mendeteksi keberadaan kru berdasarkan pengamatan visual serta posisi yang diberikan oleh kapal selam. Selanjutnya pesawat udara melaporkan posisi tersebut kepada Dansatgasduk SAR dan unsur-unsur kapal permukaan, “ tutur Kolonel Iwan.
“ Selanjutnya Unsur SAR segera melaksanakan (Recovery) dengan menggunakan sekoci karet dan dibawa ke kapal rescue untuk mendapatkan perawatan medis tim kesehatan Diskes Koarmada II dengan menggunakan hyperbaric chamber di KRI Pulau Rengat dan di mobile hyperbaric chamber untuk dilaksanakan perawatan medis lanjutan, “ jelas Kolonel Iwan menambahkan.
Disisi lain Kolonel Iwan mengatakan jika latihan ini adalah bagian dari tindak lanjut perintah Pangkoarmada II, bahwa Koarmada II selaku Kotama Operasional dan Kotama Pembinaan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan kemampuan satuan-satuan di jajarannya agar siap operasional sesuai arah kebijakan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono yaitu membentuk Prajurit yang Profesional, Modern, Tangguh untuk menuju kejayaan TNI AL “.
(Pen2).
Halaman : 1 2













