Menurutnya, saat ini sebagian masyarakat sudah memahami perihal naiknya harga daging sapi menjelang Lebaran. Sebelumnya, banyak yang beranggapan kenaikan harga daging sapi dikarenakan penimbunan.
“Sekarang karena ada proses edukasi, jadi sudah paham. Kalau dulu sering masyarakat terjebak harga daging sapi bergejolak, harga daging sapi mahal. Mahal yang mana? Karena harga Rp.120 ribu ada, Rp.150 ribu ada, bahkan ada yang Rp.200 ribu. dan ada juga Rp.100 ribu juga ada,” tegasnya.
Dirinya juga mengamankan persediaan daging sapi di empat momentum, yaitu Bulan Suci Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, Hara Raya Idul Adha (Qurban), dan tahun baru masehi.
Tak hanya itu, H.Ebas juga memantau langsung proses pemotongan sapi untuk memastikan higienitas daging yang dipotong dan menjadi daging yang memiliki kriteria Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH). Pihaknya juga memastikan, memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sebagai jaminan mutu keamanan kehalalan pangan bagi masyarakat.
(Syaiful/Komarudin/Endo/Hendar)
Halaman : 1 2












