“Target kedepan tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara yang besar, negara yang hebat, kuat, sejahtera, maka dari itu kita harus mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas, hebat dan kuat. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat semuanya.” ungkap rizal
Sementara itu Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat Ibu Safrina Salim mengatakan dalam pencegahan dan penurunan stunting, BKKBN mempunyai program gerakan makan telur dan program dahsyat.
“Program telur itu bagi ibu yang sedang hamil dan anak harus diberikan makan telur, satu hari satu kali berjangka 6 bulan,” terangnya
Adapun program dahsyat yaitu program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Dahsat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu meyusui dan baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu.
“Kegiatan DASHAT sendiri mencakup edukasi perbaikan gizi dan konsumsi pangan ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Dalam hal ini, masyarakat akan diberi sosialisasi terkait pangan lokal yang terjangkau, bercita rasa, dan bergizi baik dan dipadukan dengan berbagai kegiatan kemitraan, seperti kegiatan sosialisasi seperti ini.” terang Safrina Salim
“BKKBN mengajak semua pihak di masyarakat untuk bersama – sama bergerak mencegah stunting, agar program pemerintah dapat berjalan dan tepat sasaran. Dan juga di support oleh komisi IX bapak haji muhammad Rizal.” ujarnya
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri 250 peserta dari berbagai elemen masyarakat, seperti dari ibu-ibu pengajian, kader-kader, pedagang, generasi milenial, Pemuda pemudi, RT/RW, mahasiswa, anak muda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen lainnya. Dan masyarakat pun antusias menghadiri kegiatan tersebut.”tegasnya
(Aris)
Halaman : 1 2












