Warga berharap instansi dan pihak-pihak terkait pun tidak menutup mata begitu saja, ini anggaran pemerintah yang harus di awasi sehingga sesuai dengan peruntukannya, lagi-lagi warga masyarakat berharap kepada pihak APH untuk segera turun ke lapangan, supaya kedepan tidak ada lagi yang bermain-main dengan penggunaan anggaran pemerintah.
Saat awak media mencoba menghubungi TPK yang tidak lain adalah Kabid PU, tidak dapat menerima panggilan, atau nomor tidak bisa dihubungi. Yang akhirnya kami Konfirmasi dengan PPTK UPT Kecamatan Karangnunggal, menurut keterangan dari PPTK bahwa pengerjaan jalan sesudah sesuai dengan RAB, hanya saja dilapangan ada kendala dari masyarakat sehingga tidak kerjakan oleh pihak CV, silahkan saja hubungi CV yang mengerjakan jelas Arif kepada media.
Saat kami menghubungi kepala Desa Karangnunggal menjelaskan bahwa pihak Desa tidak tahu, bahkan LPM dan BPD pun dalam pengerjaan jalan tersebut tidak dilibatkan jelas kades saat di konfirmasi melalui telepon selulernya. Bahkan saat ini jalan sudah mulai retak-retak jalan rusak lagi, padahal baru beberapa Minggu saja pengerjaannya.
Ditempat yang sama salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa akibat dari pengerjaan jalan tersebut sudah ada beberapa korban jatuh tergelincir karena badan jalan hanya di tebar batu split saja, bahkan saat kendaraan kencang kami terkena hantaman batu yang terselip ban, tuturnya.
Di era keterbukaan informasi publik saat ini, jelas hal tersebut menciderai hak warga masyarakat yang mana pembiayaan pekerjaan tersebut bersumber dari pemerintah/DAU (Dana Alokasi Umum) Tahun 2022, yang nilainya pun tidak dijelaskan secara persis, hanya disebut 100 Jutaan saja, padahal secara aktual di lapangan volume yang dikerjakan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang tersedia.
Patut diduga proyek tersebut sarat muatan kepentingan serta jadi bancakan sekelompok orang dan sangat ironis pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak ada papan informasi kegiatannya, seolah dikerjakan oleh makhluk goib, sesuai dengan ketidak jelasannya nominal anggaran juga realisasi dari pekerjaan tersebut. Saat berita ini diterbitkan pihak PU Kabupaten Tasikmalaya belum dapat dikonfirmasi, dan kami atasnama masyarakat sangat kecewa dengan sikap Kabid yang tidak koperatif, bahkan PPTK yang tadinya bisa dihubungi saat mau dikonfirmasi ulang malah tidak mau mengangkat telponya. (Red).
Halaman : 1 2












