Pemasangan SUTET di wilayah Teluk Naga, Riskan Menimbulkan Penyakit Berbahaya Untuk Masyarakat Sekitar

- Redaksi

Jumat, 1 Oktober 2021 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 31 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUTET 275 KV memiliki jarak bebas 15 meter dari permukaan tanah dengan tinggi maksimal bangunan 8 meter

SUTET 500 KV memiliki jarak bebas 13 meter dari permukaan tanah dengan tinggi maksimal bangunan 9 meter

SUTTAS 250 KV memiliki jarak bebas 17 

meter dari permukaan tanah dengan tinggi maksimal bangunan 7 meter.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Rian kordinator Investigasi Lembaga Aliansi Indonesia badan Penelitian Aset Negara (BPAN) provinsi Banten.

“Jadi harus ada ruang bebas dari ayunan kabel itu ketika tertiup angin dan jarak aman dari risiko kabel putus atau sebagainya, gimana apa ini tidak beresiko? Kami sudah cek kelapangan pengawas juga tidak ada papan plank pekerjaan juga tidak ada, ukuran kedalaman lubangnya juga tidak diketahui kedalamnya berapa, tinggi tiangnya berapa? Ini perkejaan sumber Anggaran tidak diketahui dari mana, PT. Apa yang menurut informasi katanya PT.QDC tapi tidak tau kepanjangan nama PT. nya apa mengerjakannya?, seolah-olah tersembunyi pekerjaaan tersebut transparansi publik itu perlu bahaya kalau di tutup-tutupin harusnya setiap pekerjaan itu wajib ada pengawasan nya”,. Tandasnya.

Rian juga mengungkapkan bahwa kepemilikan tanah di dekat SUTET sebenarnya akan merugikan pemilik tanah dalam hal pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pemilik tanah tidak boleh membangun apapun di tanah tersebut, namun tetap dikenai PBB, namun belum dipastikan pemasangan Sutet ini apakah memang masuk dalam jalur hijau atau tidak.

” Belum lagi gangguan penyakit yang berdampak langsung kepada masyarakat sekitar yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan, diakibatkan radiasi listrik tegangan tinggi, saya berharap pemerintah harus punya kajian khsus terkait hal ini demi keselamatan masyarakat sekitar, perusahaan yang tidak mau mengikuti aturan jangan diberikan tendernya atau pekerjaan, kepentingan rakyat paling tertinggi” tegas Rian

Kami mencoba konfirmasi pihak PT.QDC  Yang melakukan pekerjaan pemasangan Sutet di desa pangkalan.

” Coba ke Humas aja pak, saya tidak bisa menjawab pertanyaan nya, itu yang bisa menjawab harusnya pihak PLN pak”, kata Rino pelaksana dari PT.QDC melalui pesan singkat Wathsupp

Kami juga mencoba menghubungi Humas pihak PT. QDC, dengan pesan singkat Wathsupp, silahkan ke Pak Zain orang PLN aja Pak Saya lagi kurang sehat pak ” ujar Humas PT. QDC 

Gangguan Kesehatan Akibat Tinggal Dekat Jalur Pemasangan SUTET

Listrik yang ada di sekitar SUTET akan menghasilkan energi magnetik yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia bila terpapar terlalu sering. 

Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Gerald Draper dari Oxford University, menyebutkan bahwa gangguan kesehatan riskan dialami oleh anak-anak dan perempuan. Berikut tiga gangguan yang riskan terjadi:

1. Memiliki risiko mengidap leukimia sebesar 70 persen pada anak-anak, terutama pada saat melahirkan.

2. Risiko menyebabkan gejala hipersensitivitas berupa sakit kepala, pening, keletihan menahun.

3. Mempengaruhi metabolisme hormon melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal. Hormon ini berfungsi menekan timbulnya risiko kanker payudara. (Aris)

Berita Terkait

Pengajian Dua Minggu Sekali BPPKB Banten DPAC Teluknaga Rutin Digelar, Perkuat Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiah Antar Anggota
Maulid Nabi dan STQ ke-4 Digelar di Tanjung Pasir, 60 Peserta Adu Kemampuan Al-Qur’an
STQ Ke-4 Desa Kampung Melayu Timur Digelar Meriah, Camat Teluknaga: Momentum Cetak Generasi Qur’ani Berprestasi dan Berakhlak Mulia
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Majlis Ta’lim Bani Qosim dan Majlis Dzikir Para Pencari Tuhan Gelar Pengajian Penuh Hikmah
Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Sukasari, Desa Pangkalan – Teluknaga, Momentum Perkuat Persatuan, Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
BPPKB BANTEN DPAC Teluknaga Pererat Silaturahmi dan Kepedulian, Ketua Mandor Donie Hadiri Tahlilan Hari Ketiga Almarhumah Nuryanih
Kopi Darat Ketua Mandor Donie Bersama Owner Ayam Geprek Kaka Alika, Bahas Ekspansi Usaha Cabang Baru
Pembina BPPKB HDS DPC Kota Tangerang, H. Ero Kusnandar, S.H. Genap Berusia 54 Tahun, Doa dan Harapan Mengalir Untuk Sosok Pembina Yang Menginspirasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Kampung Melayu Barat Sambut Era Digital, “Teras Desa” Jadi Terobosan Baru Tampung Aspirasi Warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Dorong Desa Transparan dan Digital, Binwasdes Teluknaga Gelar Optimalisasi Pembinaan di Babakan Asem

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Musrenbang Desa Rawa Burung Bahas RKP Desa 2027 dan Daftar Usulan Pembangunan 2028

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Optimalkan Pembangunan 2027, Desa Muara Sahkan RKP Desa Melalui Musrenbangdes

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-26 Banten, Gubernur Andra Soni Paparkan Pembangunan Berdampak Dari Sekolah Baru dan Kesehatan Gratis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Musrenbangdes Desa Lemo Bahas Perubahan RKPDes 2026 dan RKPDes 2027, RTLH Hingga Sumur Bor Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Musrenbangdes 2027, Desa Tanjung Burung Fokus Infrastruktur, Ketahanan Pangan Hingga Penanganan Sampah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:54 WIB

PEMDES TANJUNG PASIR GELAR MUSREMBANGDES, BAHAS DAN SAHKAN RKP DESA TAHUN ANGGARAN 2027

Berita Terbaru