Dikatakannya, dari sudut pandang agama, halal bihalal ini tentunya dilaksanakan setelah lebaran sebagai upaya untuk melengkapi pencucian diri dari segala dosa dimasa lalu. Sekaligus untuk menambah amal ibadah kita yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadhan.
“Tentu tidak akan sempurna, apabila dalam ibadah Ramadhan, tidak disertai upaya saling memaafkan”, terangnya.
Pada kesempatan tersebut juga, Danrem mengatakan bahwa kesempatan ini digunakan untuk halal bihalal dengan segenap anggota dikarenakan baru kali dilaksanakan mengingat banyak tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan.
Danrem berharap, kegiatan ini tidak mengurangi makna dan nilai-nilai untuk saling memaafkan serta dengan kegiatan ini kita dapat bekerja kembali dengan semangat dan motivasi yang baru dan kebersamaan yang semakin kompak dan kokoh. (Syaiful/Endo/Devi/Rahayu)
Halaman : 1 2













