Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang Joko Susanto menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan yang terbaik untuk masyarakat, sehingga dalam program ini selalu bermanfaat untuk mencegah adanya cekcok terkait lahan, sesuai dengan tema kita’Pasang Patok, Anti Cekcok, Anti Caplok’ dan anti bacok.
“Jadi tidak ada lagi sengketa kepemilikan tanah yang menimbulkan terjadinya cekcok antara warga, yang dapat menimbulkan hal yang tidak kita inginkan,” ujar Kepala BPN Kabupaten Tangerang Joko Susanto.
Joko menambahkan, acara Gemapatas yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tersebut live tadi di Cilacap dan diikuti di tiga Provinsi serta masing-masing Kabupaten, kami semua berupaya untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, agar seluruh warga memiliki patok tanda batas tanah.
“Alhamdulillah program ini yang dicanangkan oleh pemerintah melalui kementerian pertahanan atau ATR/BPN untuk membantu warga Kabupaten Tangerang yang telah memiliki lahan mengetahui bidang tanahnya masing-masing, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam batas-batas tanah,” tukasnya.
Kendati demikian, Joko Susanto juga mengungkapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu jalannya acara pada hari ini dan realisasi program tersebut untuk masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Mudah-mudahan yang dapat patok tahun ini bermanfaat dan yang belum dapat semoga tahun depan bisa mendapatkannya, karena tahun ini kouta terbatas untuk dua Kecamatan, terimakasih juga kepada masyarakat yang antusias untuk datang langsung ke acara pada hari ini,” ungkapnya.
(Aris)
Halaman : 1 2













