Tangerang,Liputan86.com – Ratusan warga Desa Sentul yang mengatasnamakan Germas Saseber (Gerakan Masyarakat Desa Sentul Bersatu) mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Rabu (2/3/2022).
Masa yang didominasi kaum hawa atau yang biasa disebut tim emak- emak itu, menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar segera mencabut larangan atau menghentikan sementara aktifitas produksi terhadap PT Sukses Logam Indonesia (SLI) yang terletak di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Menurut warga, penutupan PT. SLI oleh Pemkab Tangerang, sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat yang bekerja di perusahaan itu. Apalagi dimasa pandemi seperti ini.
“Kami minta Pemkab Tangerang melalui DLHK segera membuka atau mengizinkan PT. SLI untuk segera beroperasi kembali, jika tidak maka Pemkab Tangerang harus menanggung warga yang kelaparan akibat tidak bekerja,” kata Evi salah seorang warga Desa Sentul, yang mengaku merasa tertekan karena suaminya kehilangan pekerjaan akibat ditutupnya PT. SLI.
Evi bersama emak-emak yang lain yang mewakili warga Desa Sentul RT 04 RW 02 Kecamatan Balaraja, meminta Bupati Tangerang untuk segera membuka kembali PT SLI, agar suaminya dapat bekerja kembali.
“Kalau pabrik itu tutup, kita mau makan apa.?, Nggak ada pekerjaan sedangkan lowongan kerja tidak ada, jadi saya berharap pabrik SLI tetap buka, tetap berjalan,” ucapnya.
Agus Supriatman selaku Korlap Germas Saseber mengatakan, kewajiban Pemerintah Kabupaten Tangerang bukan hanya melindungi masyarakat dari keselamatan semata, namun harus juga melindungi masyarakatnya dari kesejahteraan sehingga jauh dari kemiskinan dan kelaparan.
“Kami warga Desa Sentul Kecamatan Balaraja mendukung pihak perusahaan PT. SLI untuk segera membuka usahanya kembali, karena setahu kami izinnya sudah lengkap, karena percuma saja ada perusahaan di desa kami jika tidak buka sama sekali, mendingan kosongkan sekalian perusahaan yang ada di desa kami.” jelasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya












