Disisi lain, salah satu pelajar tersebut yang namanya juga tidak disebutkan mengatakan” Saya dan kawan-kawan hanya numpang ngopi dan jajan, karena saya tadi niat sekolah tapi sudah terlambat terus gerbang tertutup,” pungkasnya.
Sementara itu, penjaga warung yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan bahwa selalu menegur dan menasihati para pelajar yang berkerumun di tempatnya.
“Saya hanya penjual kopi dan gorengan, sebelum mereka mampir di warung selalu saya tegur dan nasihati agar tidak melakukan hal yang negatif, karena apabila terjadi perbuatan seperti itu yang rugi kalian semua dan keluarga,” jelasnya kepada liputan86.com
Semoga dari pihak sekolah apabila ada siswanya yang terlambat dengan tujuan belajar bukakan gerbang saja, karena bisa meminimalisir dan mencegah terjadi hal yang tidak kita inginkan.
(Aris)
Halaman : 1 2













