“Saya pernah melihat langsung bahwa Rt lama dulu itu selalu foto-foto rumah bapak Janur, tetapi hingga saat ini pun Rt setempat tidak bisa membantunya. Ya paling tidak sampaikan lah kepada pihak pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Pakuhaji ada rumah warga yang reyot,” jelasnya.
Boby berharap, kepada pihak pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Pakuhaji untuk datang bertakziah ke rumah Janur, guna melihat langsung kondisi gubuk reyot yang dihuninya.
“Ya bapak Janur hanya bekerja sebagai serabutan saja, namanya serabutan kadang dapat duit, terkadang gak dapat, buat makan aja pas-pasan, semoga pihak pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Pakuhaji, bahkan pemerintah daerah bisa membantu juga memberikan sebuah rumah yang layak huni untuk bapak Janur,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Nengsih anak dari pasutri Janur dan Siti Samsiyah tersebut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua masyarakat Kampung Pondok Kulon, atas kepedulian terhadap keluarganya.
“Alhamdulillah ya Allah, masih banyak orang-orang baik dan peduli kepada keluarga saya, kepergian ibunda tercinta membuat saya tak bisa bicara apa-apa. Namun, saya hanya ingin ucapkan kepada semuanya terima kasih selalu membantu dalam segi materi, pikiran, dan tenaga. Doakan ibu saya semoga tenang disana, juga diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya. Serta para warga yang berbondong-bondong untuk membantu mulai dari pengurusan jenazah ibu disolatkan hingga di makamkan, semoga Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda amin,” ungkapnya.
Turut hadir dalam Takziah Boby S, Ketua Rt, Rw, Jaro, Tokoh Masyarakat dan Pemuda M Basuni serta Reza, Tokoh Agama, sejumlah warga setempat.
Sebagai informasi, Janur merupakan suami dari Siti Samsiyah (Almarhumah) memiliki dua orang anak wanita yaitu Nengsih dan Salsa usia tiga tahun.
Mereka tinggal di gubuk berdinding bilik reyot yang tidak laya huni ( aris)
Halaman : 1 2












