suami saya sebagai tulang punggung rumah tangga dan suami saya bekerja sebagi tukang kusen dikalu lagi ada yang nyuruh dan kerja serabutan mencari napkah dan membiayahi anak sekolah anak yang pertama sekolah SMP dan yang kedua sekolah SDN yang ke tiga masih kecil, ayah saya dulu bercocok tanam (petani) namun sekarang sudah tidak kuat lagi karena usia sudah cukup tua.
saya berharap tempat tinggal gubuk saya,mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten atau desa agar bisa di perbaiki dan agar bisa layak untuk ditempati, karena dengan usaha dan penghasilan pas pasan ini,suami saya hanya cukup buat makan dan biaya anak sekolah, jadi belum bisa untuk membangun rumah, “tambahnya.
(Aris)
Halaman : 1 2












