Kab. Tangerang, onlineindonesia.id
Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teluknaga menjadi momentum penting dalam menyuarakan berbagai persoalan krusial yang dihadapi Masyarakat Wilayah Pantura Kabupaten Tangerang. Mulai dari musibah banjir yang hampir merata di seluruh Desa, kerusakan infrastruktur jalan, hingga keterbatasan sarana Pendidikan tingkat SMA dan SMK, menjadi fokus utama pembahasan, Selasa ( 27/1/2026 ).
Musibah banjir yang terus berulang di Wilayah Pesisir Teluknaga menuntut adanya perencanaan pembangunan yang berbasis kondisi faktual di lapangan. Camat Teluknaga ( Kurnia, S.STP, M.Si. ) menegaskan, bahwa Usulan-usulan pembangunan harus disusun secara realistis dan terukur, terutama untuk Tahun anggaran 2027, agar Benar-benar menjawab kebutuhan Masyarakat.
Ketua APDESI Kecamatan Teluknaga, H. Subur Maryono, menyampaikan bahwa persoalan banjir dan kerusakan jalan di Wilayah Pesisir merupakan pekerjaan rumah (PR) besar yang harus ditangani secara kolaboratif. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah, DPRD Kabupaten Tangerang, DPRD Provinsi Banten, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Jika semua unsur mendukung dan mengawal usulan ini bersama-sama, insya Allah semuanya akan berjalan dengan baik. Namun kita juga harus bersabar, karena dinamika di Masyarakat seringkali terjadi secara spontan akibat bencana alam yang tidak dapat diprediksi,” ujarnya.
Menurutnya, para Kepala Desa berada di posisi terdepan dalam menghadapi keluhan Masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran, kekompakan, dan komunikasi yang baik agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak.
Dorongan Kuat Pembangunan SMK Negeri di Teluknaga
Dalam Forum tersebut, Anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Demokrat, H. Pinan, S.H., mengungkapkan bahwa aspirasi Masyarakat Teluknaga terkait penambahan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan telah dibawa ke tingkat Provinsi.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi lV DPRD Provinsi Banten yang dipimpin oleh dari Fraksi NasDem. Dalam RDP tersebut disepakati berita acara bahwa Masyarakat Teluknaga sangat menginginkan adanya unit Sekolah baru berupa SMK Negeri yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten.
“Setelah RDP, aspirasi tersebut kami bawa langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Alhamdulillah, Kepala Dinas Pendidikan juga merupakan Putra Daerah Tangerang Raya, sehingga komunikasi berjalan cukup baik,” jelasnya.
H. PINAN, S.H. menegaskan, bahwa proses hibah lahan menjadi kunci utama percepatan pembangunan Sekolah. Ia memastikan akan mengawal proses hibah tanah dari Pemerintah Kabupaten Tangerang ke Pemerintah Provinsi Banten.
“Tidak boleh ada istilah belajar tanpa modal tanah. Supaya cepat, kita butuh lahan yang jelas. Di Sindang Jaya, Alhamdulillah sudah tersedia sekitar 1,2 Hektare dan sedang dalam proses hibah dari Kabupaten ke Provinsi. Untuk Teluknaga, minimal dibutuhkan sekitar 7.000 Meter persegi, Syukur-syukur bisa sampai 1 Hektare,” tegasnya.
Jalan Pantura Rusak, Jadi PR Bersama
Selain Pendidikan, persoalan infrastruktur jalan juga menjadi sorotan tajam. Kondisi jalan dari Sepatan hingga Teluknaga dinilai sudah sangat memprihatinkan, dengan banyak lubang dan kerusakan yang mengganggu aktivitas Masyarakat serta perekonomian Wilayah Pesisir.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe










