Semua rangkaian budaya itu membentuk harmoni indah yang menggambarkan pesan utama PRB:
“Persatuan dalam Keberagaman Budaya.”
“Di sinilah kekuatan berpadu, keindahan terjaga, dan makna mengalir, mengikat keluarga dan komunitas dalam satu tarian harmoni,” ujar Ketua Panitia Natal PRB, Andre Ndun, dalam sambutannya yang penuh makna.
ANDRE NDUN: “Tali Pusar Tanam di Kampung, Tapi Tali Persaudaraan Jangan Putus di Tanah Rantau”
Andre menjelaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan, tetapi momen mempererat hubungan kekeluargaan.
“Tali pusar tanam di kampung tapi tali persaudaraan jangan putus di tanah rantau,” tegasnya.
“Persaudaraan itu perlu dijaga dengan kasih, dirawat dengan peduli, dan dihargai dengan tulus.”

Ucapan ini mendapat tepuk tangan panjang dari Ribuan hadirin yang merasa tersentuh oleh pesan tersebut.
CAPT VICO AMALO: MOMENTUM PEMULIHAN IMAN DAN PERSATUAN
Ketua Perkumpulan Rote Bersatu, Capt Vico Amalo, juga menyampaikan pesan mendalam dalam sambutannya.
> “Perayaan Natal Tahun ini menjadi momentum penting untuk pemulihan iman sekaligus mempererat tali persaudaraan di tanah rantau,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa PRB hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi Pusat kekuatan untuk menjaga identitas, budaya, serta solidaritas Masyarakat Rote.
> “Acara Natal ini bukan hanya perayaan iman, tetapi panggilan untuk mempererat kasih dan persaudaraan—baik sesama orang Rote, orang NTT, maupun Masyarakat luas,” tambahnya.
Di akhir acara, Capt Vico menyampaikan apresiasi kepada seluruh Panitia dan Donatur.
> “Terima kasih untuk seluruh Panitia dan semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara Natal bersama ini. Tuhan Yesus kiranya membalas setiap kebaikan Bapak Ibu dan Saudaraku semua. Tuhan memberkati.”
2.000 LEBIH ORANG TUMPAH RUAH – NATAL PRB TAHUN INI DIKENANG SEBAGAI PERAYAAN TERBESAR
Ribuan Jemaat menyanyikan Lagu-lagu pujian bersama, menciptakan suasana syukur dan kehangatan yang jarang dijumpai di tengah kehidupan rantau. Banyak yang meneteskan air mata ketika firman Tuhan disampaikan, terutama saat sentuhan budaya Rote kembali mengingatkan mereka pada Kampung halaman.
Perayaan Natal ini menjadi bukti bahwa:
Masyarakat Rote memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat kuat
Budaya tetap hidup meski jauh dari tanah kelahiran
PRB Menjadi Rumah Persatuan Bagi Ribuan Perantau
Acara ditutup dengan doa bersama serta foto komunal yang memenuhi hampir seluruh hall Gedung, menggambarkan kebersamaan yang luar biasa.
Penulis : Sinlaeloe
Halaman : 1 2

Ikuti Kami
Subscribe










