Kab. Tangerang, onlineindonesia.id
Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten Daerah Pemilihan (Dapil) 5 periode 2024–2029, Pinan, S.H., Komisi I Fraksi Partai Demokrat, yang digelar di Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, berlangsung hangat, penuh dialog, serta sarat aspirasi Masyarakat. Reses ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara Pemerintah Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, serta unsur Aparat keamanan dalam upaya menjawab berbagai persoalan klasik yang dihadapi Masyarakat, khususnya banjir dan sampah, Jumat ( 6/2/2026 ).
Dalam sambutannya, Pinan mengawali dengan ungkapan rasa syukur serta apresiasi atas kehadiran berbagai pihak, termasuk jajaran Kepolisian. Ia secara khusus menyampaikan penghormatan kepada Kanit Polsek Teluknaga yang merupakan rekan lamanya sejak masih menjabat sebagai Kepala Desa.
“Alhamdulillah, hari ini saya sangat bangga bisa bertemu kembali dengan sahabat lama saya, Kanit Polsek Teluknaga. Dari dulu kami berjuang bersama, dan hari ini beliau sudah menempati posisi yang lebih tinggi. Semoga karier beliau terus menanjak dan selalu diberi keberkahan oleh Allah SWT,” ujar Pinan.
Pinan juga menekankan bahwa kehadirannya di Kosambi Barat memiliki makna tersendiri, mengingat Wilayah ini bertetangga langsung dengan Cengklong dan memiliki karakteristik daerah yang unik. Ia menegaskan bahwa anggapan Kosambi Barat sebagai Wilayah “Kering” tidaklah tepat.
“Kosambi Barat ini Wilayah kecil, tapi Daerah basah, banyak sumber mata air. Kalau ada yang bilang Wilayah ini kering, itu keliru. Karena itu, Pemimpin di Wilayah seperti ini harus Benar-benar Orang yang tepat,” ungkapnya.
Menurut Pinan, penunjukan Hj. Aal Laela Nur Aliyah, S.K.M., M.I.P. sebagai Lurah Kosambi Barat merupakan keputusan yang tepat. Ia menilai kepemimpinan Ibu Aal membawa semangat baru karena turun langsung ke lapangan dan membangun kedekatan dengan Masyarakat.
“Masalah di Kosambi Barat ini kompleks, mulai dari banjir hingga sampah. Lurah-lurah sebelumnya juga menghadapi persoalan yang sama, tetapi yang membedakan adalah bagaimana Pemimpinnya turun langsung ke Masyarakat. Antusiasme Warga terlihat luar biasa, apalagi ketika Lurahnya Perempuan dan dekat dengan Ibu-ibu. Dukungan Masyarakat kepada Ibu Aal sangat besar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pinan menegaskan bahwa seluruh program pembangunan yang masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) harus disusun secara sinergis dan tidak tumpang tindih antara Desa, Kelurahan, Kecamatan, DPRD, dan Pemerintah Daerah.
“Tidak boleh ada program yang tumpang tindih. Semua harus sejalan dan saling menguatkan. Desa, Kelurahan, Kecamatan, DPRD, hingga Pemerintah Daerah harus bersinergi. Jangan jalan Sendiri-sendiri,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Reses merupakan kewajiban Anggota Dewan untuk kembali ke Daerah pemilihannya, bertemu langsung dengan konstituen, serta menyerap aspirasi Masyarakat.
“DPRD Provinsi Banten ini berjumlah 100 Orang dari 4 Kabupaten dan 4 Kota. Saya berdiri disini sebagai keterwakilan Masyarakat Kosambi. Alhamdulillah, untuk pertama kalinya Kosambi punya Wakil di DPRD Provinsi Banten. Ini bukan hal kecil, ini sejarah, Kosambi sudah ‘pecah telur’,” ujarnya disambut tepuk tangan Warga.
Sebagai mantan Kepala Desa, Pinan mengaku memahami betul dinamika Pemerintahan di tingkat Desa dan kelurahan. Ia menekankan bahwa baik Lurah maupun Kepala Desa memiliki tugas yang sama, hanya mekanisme pengangkatannya yang berbeda.
“Kalau Lurah ditunjuk oleh Pimpinan, sedangkan Kepala Desa dipilih oleh Rakyat. Tapi tugasnya sama, melayani Masyarakat. Semua kembali kepada bagaimana cara memimpin. Ada Pemimpin yang peduli, ada juga yang masa bodoh. Di sinilah pentingnya karakter Pemimpin,” tuturnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe










