Dia menambahkan saat ini sudah terbentuk 14 Sekolah Lansia di Kabupaten Tangerang dan berharap ke depan dapat bertambah lagi Sekolah Lansia baru yang terbentuk di Desa/Kelurahan dan Kecamatan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi pun menegaskan bahwa pembangunan Lansia tangguh menjadi bagian dari quick win program nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Menjadi Lansia adalah fitrah, tetapi lansia menjadi tidak berarti menjadi beban. Lansia memiliki potensi untuk tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan SMART melalui tujuh dimensi Lansia tangguh,” jelas Rusman.
Tujuh dimensi tersebut meliputi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, serta lingkungan. Ia menyebut, Sekolah Lansia bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang membangun harga diri dan makna hidup bagi para Lansia.
“Kami meyakini bahwa Lansia adalah generasi kaya pengalaman yang tetap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Keluarga dan Masyarakat,” seru dia.
Data aplikasi SIDAYA mencatat terdapat 35 Sekolah Lansia di Provinsi Banten dengan 1.040 Siswa, di mana 620 diantaranya telah diwisuda. Dengan tambahan 100 Wisudawan di Kabupaten Tangerang Tahun ini, total mencapai 720 lansia lulusan Sekolah Lansia se-Provinsi Banten hingga 2025.
Rusman menegaskan bahwa Wisuda ini bukan sekedar seremoni. “Wisuda ini adalah wujud rasa hormat kita terhadap Lansia. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tapi juga aktor penting dalam ketahanan Keluarga dan pembangunan sosial,” ujarnya.
Penulis : Muhammad Andika Putra
Halaman : 1 2

Ikuti Kami
Subscribe










