Tak lupa agar kekuatan politik parpol nonparlemen tidak goyah, Hendri berpesan untuk tetap menjaga soliditas. Soliditas harus terus dipupuk agar partai politik nonparlemen tidak pecah ketika dirayu partai politik di parlemen.
“Jadi harus bisa solid yang terpenting. Kalau memang ada partai politik nonparlemen yang ada memang berpotensi untuk menghilang di pertemuan berikutnya, ya harus mampu untuk dihilangkan beban itu jadi enggak perlu dipaksakan,” tegasnya.
Sebelumnya, parpol-parpol nonparlemen yang meraih 13,6 juta suara pada Pemilu 2019 itu, nomor 2 terbesar setelah PDIP, telah melakukan pertemuan di Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (23/2/2022).
Partai-partai tersebut, yaitu Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Partai Garuda dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Adapun, Partai Berkarya yang sedang menyelesaikan masalah internalnya menyatakan tetap bergabung dengan koalisi ini.
Dalam pertemuan itu, koalisi partai nonparlemen sepakat membentuk koalisi pencapresan, membentuk Sekretariat Bersama dan mengajukan judicial review ke Mahkamah Kontitusi (MK) terkait ketentuan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden. (H.Juprin/Daeng/Endo)
Halaman : 1 2












