“Kita tidak menghalangi pekerjaan pengurukan itu, namun harusnya berbagai hal yang berhubungan dengan masyarakat luas atau disosialisasikan dulu termasuk dampak yang nantinya terjadi kepada masyarakat,” ujar
Sementara itu salah satu Ketua RT yang juga menyampaikan, perlu diketahui saat itu pekerjaan urugan sudah berlangsung sekitar 4 bulan dan pihak warga tidak
mempermasalahkan hal itu.
“Kami bersama warga mulai bergerak mempertanyakan urugan tersebut setelah debu debu mulai masuk lingkungan saat hujan, dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” tegas salah seorang warga.
Sementara itu Kepala Desa kelor ade saat melakukan mediasi kepada warga dan hadapan pihak pengembang.
“Saya sudah sampaikan kepada pengembang dan masyarakat khusus nya di wilayah desa saya bahwasanya warga saya akan menutup jalan ketika warga saya tidak di berikan kompensasi dari pengembang, ” Kata kades di ruangan.
Ketika di konfirmasi awak media, pihak pengembang enggan memberikan tanggapan seperti main bola saja lempar sana lempar sini.”terang nya
(Aris)
Halaman : 1 2












