“Dimana peran pemerintah yang cinta terhadap lingkungan dan udara, kami disini sudah terkena dampak aroma bau menyengat dari sungai Cirarab ditambah lagi aktivitas mobil angkutan tanah yang konvoi melintas jalan Cirarab, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Rahayu juga menambahkan, bahwa peraturan yang dibuat oleh Bupati Kabupaten Tangerang yaitu Ahmed Zaki Iskandar selama ini tidak berjalan atau dilaksanakan oleh beberapa pihak.
“Jelas sekali, beberapa pihak yang melanggar peraturan Bupati Zaki tersebut seakan-akan kebal hukum, saya ingatkan kembali peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Tangerang Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang seperti pasir, batu, tanah. Dalam Perbup itu disebutkan bahwa truk tanah dilarang melintas mulai pukul 05:00 hingga 22:00 WIB,” terangnya.
“Hingga saat ini belum ada kabar baik dari pihak pemerintah, karena masih terpantau oleh kami truk pengangkut tanah yang melintas di Jalan Cirarab, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang itu. Mudah-mudahan dengan adanya suara rakyat ini bisa didengar oleh pemerintah setempat, pemerintah daerah, pemerintah pusat atau Provinsi, juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang,” sambungnya.
Sementara itu, Nandang Syafei selaku Kasi Trantibum Kecamatan Sukadiri menjelaskan bahwa pihaknya sudah berulang kali melakukan teguran terhadap para sopir pengangkut tanah tersebut, sesuai Perbup nomor 47 tahun 2018.
“Terkait hal itu sudah kami sampaikan berulang kali mulai pagi, siang, sore dan malam kepada para sopir pengangkut tanah, pasir dan lainnya. Namun para sopir tetap saja masih beroperasi,” jelasnya kepada awak media saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (9/6/2023) malam.
Lanjutnya, Nandang mengimbau kepada para sopir dan pengelola agar selalu mematuhi Perbup yang sudah diberlakukan sejak tahun 2018 lalu. Dan dirinya berharap agar pihak Dinas Perhubungan (Dishub) juga ikut membantu permasalahan tersebut.
“Semoga pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang juga bisa membantu masalah yang saat ini sedang terjadi di masyarakat, sedangkan tugas kami pun padat bukan berkutat disitu saja,” pungkasnya.
(Aris)
Halaman : 1 2












