“Boro-boro dapat kompensasi. Selama 12 tahun lebih yang saya tau gak pernah ada, apalagi bantuan Covid kaya sekarang,” pungkasnya.
Sementara, Nenek Misna menuturkan sering merasakan pusing kalau mencium aroma bau sapi. Hanya saja, ia lebih memilih berdiam mengatur nafas.
“Jadi kaya udah terbiasa sama bau nya. Emang pusing kalau nyium bau sapi kehidung kerasa. Kalau abang-abang mah mungkin belom biasa ya,” kata Misna
Terpantau, lokasi pemukiman yang berjarak sekitar ratusan meter itu dengan aktivitas peternakan sapi. Dan dibatasi dengan lahan pertanian.
Sampai berita ini tayang, wartawan masih berupaya konfirmasi pihak perusahaan peternakan sapi dan dinas terkait. (Sur)
Halaman : 1 2













