Liputan86.com -BANYAKnya tudingan miring terhadap aksi damai simpatik yang akan dilaksanakan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kalimantan Selatan di bawah koordinator Lembaga Kerukunan Masyarakat (LEKEM) Kalimantan membuat tokoh pergerakan Kalimantan angkat bicara. Hal ini di sampaikan langsung oleh Aspihani Ideris yang merupakan Ketua Dewan Pendiri dan Direktur Eksekutif LEKEM Kalimantan sendiri, Senin pagi (6/6/2021) dalam relesannya kepada sejumlah redaksi.
Aspihani mengatakan, aksi yang akan dilaksanakannya (red Senin, 6 Juni 2022) tersebut bukan untuk mengintervensi pengadilan dan dewan hakim.
Justru ditegaskannya, dalam aksi nantinya tersebut bertujuan ingin mengedepankan hukum secara profesional.
“Kami ini bukan demo seperti biasa yang dilakukan dengan berorasi panjang lebar, namun yang akan kami laksanakan ini adalah aksi damai simpatik bermartabat,” tulis Aspihani.
Aspihani menyebutkan, LEKEM Kalimantan melaksanakan aksi damai simpatik dan bermartabat ini dikarenakan ingin meluruskan bahwa hukum berkeadilan itu masih ada di Kalimantan Selatan.
Mengapa LEKEM Kalimantan bersedia sebagai koordinator sejumlah LSM-LSM di Kalimantan Selatan, dikarenakan menurut Pengacara Kondang ini di dalam SK LEKEM Kalimantan tertera bapak Mardani H. Maming adalah Ketua Dewan Pembina dan Penasehat.
“Dalam organisasi LEKEM Kalimantan mengedepankan sikap rasa kekeluargaan dan persaudaraan, ibarat dalam satu tubuh ada yang terluka, maka sakitlah semua. Dan saat ini tidak sedikit intimidasi dan intervensi datang silih berganti, tidak menyurutkan semangat kami menyerukan kebenaran dan keadilan. Biarlah anjing menggonggong kafilah berlalu,” kata Aspihani.
Iapun memverifikasi keberangkatan pihaknya ke Jakarta menghadap pak Mardani H. Maming dikarekan mendapatkan undangan dari yang bersangkutan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya













